SuaraTani.com - Medan| Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan resmi dimulai serentak hari ini, Senin (13/7/2026).
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Aspemsos, Muhammad Sofyan membuka kegiatan tersebut yang ditandai dengan upacara bendera di UPT SMP Negeri 3 Jalan Pelajar, Medan Kota, Senin (13/7/26).
Upacara turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Adlan, Kepala BPMP Sumut, Afrizal Sihotang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Barli Mulia Nasution.
Hadir juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andy Yudhistira, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Medan, Bisri Batubara serta pada guru dan peserta didik.
Sofyan membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof, Abdul Mu'ti. Ia menyampaikan bahwa MPLS tahun ini mengusung tema penting yakni "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah".
"Sekolah yang hebat bukan hanya yang mengejar nilai akademik, melainkan sekolah yang mampu membuat siswanya merasa terlindungi. Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perundungan (bullying), tidak boleh ada perpeloncoan, dan tidak boleh ada tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan," kata Sofyan menyampaikan pesan Menteri.
Siswa baru pun diajak untuk menghidupkan semangat Rukun Sama Teman melalui aksi nyata yang sederhana yakni menyapa teman baru dan mengajak bermain teman yang masih sendiri.
Membiasakan "tiga kata sakti" yaitu Tolong,Maaf dan Terima Kasih.
"Berani melapor kepada guru jika melihat ada teman yang diperlakukan tidak baik," ujar Sofyan.
Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada para guru dan tenaga kependidikan di Kota Medan. Menurutnya, hari pertama sekolah akan diingat anak sepanjang hidupnya.
Karena itu, guru diminta memberikan senyuman, sapaan, dan pendampingan terbaik agar murid merasa percaya diri sejak hari pertama.
"Sesuai dengan pesan Presiden RI, saya mengajak seluruh siswa di Kota Medan untuk berkomitmen pada lima hal utama yaitu Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Menghormati dan mencintai orang tua dan guru Belajar dengan baik dan sungguh-sungguh dan Rukun dengan teman serta Mencintai tanah air Indonesia," jelasnya.
Diakhir sambutannya, Muhammad Sofyan mengucapkan Selamat mengikuti MPLS Ramah. Mari kita awali tahun ajaran baru ini dengan semangat untuk anak Indonesia hebat, khususnya anak-anak Kota Medan.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Barli Mulia Nasution, menyampaikan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif kepada para orang tua murid mengenai esensi dan mekanisme MPLS tahun ini. .
"Kita sudah mensosialisasikan ke orang tua murid, baik melalui medsos, Zoom, dan media lainnya. Kita harapkan orang tua murid paham mengenai MPLS Ramah ini, sehingga anak-anak mereka merasa nyaman untuk bersekolah," ujar Barli.
Menurut Barli, seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Kota Medan wajib menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying).
"Kita sediakan sekolah yang ramah, yang tidak ada bullying. Ada budaya saling menghormati; siswa baru menghormati kakak kelasnya, kakak kelas menyayangi adiknya, dan semua menghormati guru. Intinya, ramah terhadap pendidikan," jelas Barli.
Ia akan mengelilingi sejumlah sekolah lain di Kota Medan untuk memantau langsung jalannya hari pertama MPLS Ramah.
Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Medan, Bisri Batubara menyampaikan bahwa MPLS Ramah tahun ini dirancang untuk mendukung Kurikulum Merdeka dengan fokus utama pada pembentukan akhlak, integritas, dan tanggung jawab siswa.
"Kurikulum Merdeka banyak menekankan pada akhlak anak-anak. Melalui materi seperti program '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' dan penerapan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), kita ingin menanamkan karakter tersebut sejak dini," ujar Bisri.
Bisri juga menjelaskan, siswa baru yang berjumlah 288 siswa ini dilatih untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan secara mandiri, seperti menjaga kebersihan kelas serta membiasakan diri mematikan lampu dan kipas angin setelah selesai belajar.
Ia berharap lewat MPLS Ramah ini, sekolah dapat mencetak generasi yang mandiri dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045. * (erna)


