Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sebanyak 155 Petani Sawit Morowali Utara Ikuti Pelatihan SDM dari BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE

Sebanyak 155 petani sawit swadaya di Kabupaten Morowali Utara, Sulteng mengikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM dari tiga lembaga yang sangat concern terhadap perkebunan kelapa sawit. foto: ist

SuaraTani.com - Palu| Sebanyak 155 petani sawit swadaya di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dari tiga lembaga yang sangat concern terhadap perkebunan kelapa sawit.

Ketiga lembaga itu adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), dan PT Citra Widya Education (CWE) selaku pelaksana.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Palu mulai 6-11 Juli 2026 dan 155 petani sawit Morowali Utara yang mengikuti acara ini terbagi ke dalam 5 angkatan pelatihan.

Seluruh peserta pelatihan yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Morowali Utara, terdiri atas 128 peserta laki-laki dan 27 peserta perempuan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM perkebunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang baik atau good agricultural practices (GAP). 

Dengan penerapan budidaya yang baik, diharapkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat dapat terus meningkat.

Direktur Utama PT CWE, Nugroho Kristono menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit nasional melalui peningkatan kualitas SDM. 

"Selama empat tahun terakhir, PT CWE secara konsisten dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelatihan oleh Ditjenbun dengan dukungan pendanaan dari BPDP," kata Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Dikatakannya, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan produktivitas antara perkebunan yang dikelola perusahaan dengan perkebunan rakyat. 

Karena itu, peningkatan kompetensi petani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan pekebun.

Dalam pelatihan tersebut juga disampaikan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. 

"Pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya peran pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional," ucap Nugroho.

Dikatakannya, selain berperan sebagai penghasil bahan baku pangan dan berbagai produk kesehatan, kelapa sawit juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan melalui implementasi program biodiesel B50. 

Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas perkebunan rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari para praktisi dan narasumber yang berasal dari berbagai perusahaan perkebunan nasional. 

Materi yang diberikan mencakup teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan. 

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di kebun masing-masing.

PT CWE, kata Nugroho, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para petani setelah pelatihan selesai. 

Pendampingan diharapkan mampu membantu petani dalam menerapkan hasil pelatihan dengan praktik budidaya yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulteng, Muhammad Neng yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi PT CWE, BPDP, dan Ditjenbun, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini. 

Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya kelapa sawit sesuai standar GAP sehingga produksi tandan buah segar dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Morowali Utara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan karena merupakan daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Sulteng, yaitu lebih dari 38.000 hektare yang terdiri atas perkebunan perusahaan, plasma, dan perkebunan rakyat. 

Kabupaten ini juga memiliki lima pabrik kelapa sawit yang menjadi penunjang utama industri sawit di wilayah tersebut. 

Potensi tersebut menjadikan peningkatan kapasitas petani sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan para petani mampu meningkatkan kompetensi, menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas kebun masing-masing. 

Sinergi antara Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDP, PT Citra Widya Education, pemerintah daerah, dan para petani diharapkan dapat terus memperkuat pembangunan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang maju, produktif, dan berkelanjutan. * (junita sianturi)