SuaraTani.com - Cibinong| Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lincah Andadari, mengatakan, persuteraan alam merupakan sistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Selain menghasilkan benang sutra sebagai produk utama, berbagai hasil samping dari budi daya ulat sutra dapat dimanfaatkan sehingga memberikan nilai tambah.
Menurutnya, sistem persuteraan alam diawali dengan budi daya tanaman murbei sebagai satu-satunya sumber pakan ulat sutra.
Kualitas daun murbei menjadi faktor penting karena sangat memengaruhi pertumbuhan ulat serta kualitas kokon yang dihasilkan.
Kokon tersebut kemudian diproses menjadi benang sutra yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku industri tekstil.
Lincah mengataka, pupa ulat sutra dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pangan maupun pakan ternak dan ikan.
Sementara itu, daun dan ranting murbei dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos maupun bahan pendukung budi daya. Bahkan, sisa kokon dan limbah proses produksi masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
“Konsep persuteraan alam yang dikembangkan mengedepankan prinsip zero waste, yaitu memanfaatkan seluruh bagian dari sistem budi daya sehingga limbah yang dihasilkan dapat diminimalkan,” jelas Lincah dalam siaran pers, Senin (13/7/2026)di Cibinong.
Ia menambahkan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, protein sutra juga telah dimanfaatkan pada berbagai bidang, antara lain sebagai biomaterial untuk kesehatan, bahan benang bedah, pembalut luka, serta bahan baku kosmetik dan produk perawatan kulit.
Menurutnya, sistem persuteraan alam juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Budi daya tanaman murbei menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem karena mendukung penyediaan pakan ulat sutra sekaligus menjadi komponen utama dalam siklus produksi yang berkelanjutan.
Pemanfaatan seluruh hasil budi daya secara optimal menjadikan persuteraan alam sejalan dengan prinsip ekonomi hijau yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan limbah.
Penerapan sistem persuteraan alam berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengembangan industri persuteraan nasional melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara lebih optimal.
“Selain menghasilkan produk utama berupa benang sutra, sistem ini juga membuka peluang pengembangan berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah,” pungkas Lincah. * (erna)


