SuaraTani.com - Jakarta| Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengusulkan Himpunan Pertanian Merah Putih berperan sebagai off-taker (pihak yang membeli) hasil pertanian.
Menurutnya, peran tersebut dapat mencakup pembinaan dan pendampingan petani, pengelolaan resi gudang, serta fasilitasi akses pasar.
“Off-taker itu adalah mereka itu akan menjadi salah satu pengepul dari hasil pertanian. Kemudian mereka memberikan fungsi pembinaan, melakukan fungsi pendampingan, melakukan fungsi untuk menjalankan resi gudang. Mereka juga melakukan fungsi pasar untuk memfasilitasi petani sesuai dengan kearifan lokal,” ujar Firman.
Hal itu disampaikan Firman dalam RDPU dengan Himpunan Masyarakat Tani Nasional Merah Putih (HMTN-MP) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Politisi Fraksi Partai Golongan Karya itu menilai peran tersebut dapat menjadi langkah yang lebih konkret dalam membantu petani.
Ia juga mendorong Himpunan Pertanian Merah Putih berkolaborasi dengan industri alat pertanian, perusahaan asuransi, dan perbankan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka akses pembiayaan bagi petani, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun skema kredit dengan pembayaran setelah panen.
“Bagaimana kalau mereka itu memprakarsai, karena tadi kan bilang dari sisi modal kuat, dari fasilitas kuat. Mereka nanti bisa kolaborasi dengan industri alat-alat pertanian, kolaborasi dengan asuransi, bisa berkolaborasi dengan bank, yang menggunakan program-program KUR, atau kredit dengan murah skemanya, nanti ada sistem bayar pascapanen,” katanya.
Firman mengusulkan agar konsep tersebut terlebih dahulu dijalankan melalui pilot project atau proyek percontohan sebelum diterapkan secara nasional.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengukur keberhasilan sekaligus melihat kelemahan dalam pelaksanaannya.
“Jangan digerakkan secara nasional, tapi bikin pilot project dulu, percontohan dulu. Karena segala sesuatu kalau tidak ada percontohan, tidak ada ukuran nanti, di mana untuk melihat kelemahannya, dan di mana untuk melihat keberhasilannya,” tutup Firman. * (erna)


