SuaraTani.com - Medan| Pimpinan CV Hanim Setia Cemerlang, Pelaku Usaha Distribusi (PUD) Pupuk Subsidi, Ibnu H Sumantri membagikan kompensasi atas penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi tahap II kepada PPTS (penerima pupuk pada titik serah) atau kios pupuk binaannya.
Adapun wilayah kerja CV Hanim Setia Cemerlang (HSC) adalah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) tepatnya Kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan Serba Jadi.
"Jumlah PPTS kami di Pantai Cermin sebanyak 21 PPTS, sementara di Serba Jadi ada 8. Sehingga total PPTS di bawah Hanim ada 29 PPTS dan semua PPTS telah menerima dana kompensasi tahap II yang kami berikan pada Selasa (22/9/2026)," kata Ibnu dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (23/9/2026) di Medan,
Sebelumnya, kata Ibnu, CV HSC juga telah mengembalikan dana kompensasi tahap I kepada 27 PPTS pada 26 Mei 2026 lalu.
Di mana dana kompensasi diberikan karena adanya kebijakan pemerintah yang menurunkan HET pupuk subsidi pada 22 Oktober 2025 untuk pupuk jenis Urea dan NPK.
Dana kompensasi diberikan berdasarkan selisih harga pupuk yang lama ke harga yang baru sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dan juga stok yang dimiliki. Yakni, untuk urea, dari Rp2.250 per kg HET lama menjadi Rp1.800 per kg HET baru. Sedangkan untuk NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kg.
"Dengan begitu, pengembalian dana kompensasi atas penurunan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen dari PT Pupuk Indonesia semuanya telah selesai kami berikan. Dan, dengan selesainya pembagian kompensasi ini tidak cuma omon-omon. Ini real, pemerintah real membagikan kompensasi dana HET pupuk subsidi tahap I dan tahap II," jelasnya.
Ibnu juga berharap, para PPTS di wilayah kerjanya tetap menjaga stok pupuk subsidi di masing-masing PPTS sehingga ketika petani butuh pupuk stoknya ada.
"Kami berharap seluruh PPTS punya stok pupuk subsidi agar dapat melayani secara maksimal petani kita," sebutnya.
Terkait pengembalian dana kompensasi ini, Bambang Suwondo, selaku PPTS UD Naga Kisar di Sergai yang menjadi mitra CV Hanim Setia Cemerlang mengucapkan terimakasih atas pengembalian dana kompensasi HET pupuk subsidi ini.
"Tadinya kita tidak berharap bakalan menerima dana kompensasi ini. Terimakasih Pupuk Indonesia, terimakasih pemerintah. Ternyata dana kompensasi ini tidak omon-omon melainkan real," kata Bambang. * (junita sianturi)


