SuaraTani.com - Jakarta| Pelita Air berhasil mempertahankan predikat sebagai Badan Usaha Angkutan Udara dengan On-Time Performance (OTP) Terbaik dari Kementerian Perhubungan selama dua tahun berturut-turut (2025-2026).
Capaian ini merupakan bukti nyata budaya kerja disiplin dan komitmen tinggi seluruh insan perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, di Bogor, Rabu (2/9/2026).
Prestasi ini mengukuhkan konsistensi Pelita Air dalam menjaga ketepatan waktu penerbangan dan kenyamanan pelanggan setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada Agustus 2025.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemnaker) sekaligus Komisaris Pelita Air, Cris Kuntadi menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut.
Ia menegaskan bahwa konsistensi ketepatan waktu membutuhkan kolaborasi kuat, profesionalisme sumber daya manusia, serta transformasi digital yang terarah.
"Penghargaan ini menunjukkan Pelita Air mampu membangun budaya kerja yang kuat dengan menempatkan keselamatan, kualitas operasional, dan kepercayaan pelanggan sebagai prioritas utama. Digitalisasi melalui inovasi teknologi menjadi kunci utama dalam memperkuat efisiensi dan daya saing perusahaan, " ujar Cris dalam siaran pers, Kamis (3/9/2026) di Jakarta.
Dikatakannya, salah satu pendorong utama ketepatan waktu operasional Pelita Air adalah pemanfaatan teknologi digital OnTimeX.
Pengembangan dari inisiatif paperless cockpit yang diterapkan pada 16 armada Airbus A320 ini berhasil mengintegrasikan data operasional secara otomatis dan presisi, sekaligus menghemat penggunaan kertas hingga lebih dari 1,2 ton per tahun.
Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi menambahkan bahwa bagi Pelita Air, tepat waktu adalah bentuk penghormatan terhadap waktu dan kepercayaan pelanggan.
Inovasi OnTimeX membantu tim operasional mengambil keputusan secara cepat dan akurat untuk meminimalkan potensi kendala pre-flight.
Cris mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat perusahaan berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan standar keselamatan, kualitas SDM, serta tata kelola operasional demi memberikan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu. * (junita sianturi)


