SuaraTani.com - Sidoarjo| Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendukung penguatan kapasitas dan daya saing Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo, Jawa Timur, baik dari sisi sarana dan prasarana, teknologi, inovasi, maupun pengembangan kurikulum.
Penguatan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor pangan, khususnya kelautan dan perikanan.
Menurutnya, keberadaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo menjadi kebanggaan karena mampu mencetak tenaga siap kerja di bidang agribisnis perikanan.
Hal tersebut, turut dibuktikan melalui sejumlah testimoni dari pengguna jasa yang menyatakan kepuasan terhadap kompetensi para alumninya.
“Bisnis ke depan adalah bisnis pangan, salah satunya perikanan. Para alumni Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo merupakan tenaga siap kerja,” ujar Riyono saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).
Namun demikian, Politisi Fraksi PKS ini menilai masih diperlukan pembenahan terhadap kondisi fisik kampus serta sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Salah satunya terkait fasilitas untuk patologi atau penyakit pada produk perikanan. Oleh karenanya, ia mendorong keterlibatan Balai Karantina dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas tersebut.
Selain peningkatan sarana prasarana, Komisi IV juga mendorong peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa.
Menurut Riyono, daya tampung perlu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan yang terus berkembang.
“Kalau perlu ditambah jumlah mahasiswanya. Kapasitas dan sarana prasarananya harus kita tingkatkan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi dan inovasi yang aplikatif. Ia mengapresiasi berbagai kegiatan budidaya yang dikembangkan kampus, seperti budidaya ikan nila dan lele, serta penerapan sistem pengolahan dan pengelolaan air.
Pengembangan teknologi tersebut menurutnya, perlu terus ditingkatkan agar dapat diterapkan secara praktis oleh masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.
Di sisi lain, Riyono mengungkapkan sekitar 72 persen lulusan telah terserap atau termanfaatkan di dunia kerja, termasuk sejumlah lulusan yang bekerja di luar negeri, dengan Jepang menjadi salah satu negara tujuan.
Meski demikian, jumlah lulusan yang memilih jalur kewirausahaan masih relatif kecil, yakni sekitar 2 persen.
Karena itu, ia mendorong agar pendidikan vokasi tidak hanya membekali mahasiswa untuk menjadi pekerja, tetapi juga membangun mental kewirausahaan sehingga lulusan mampu menciptakan lapangan kerja.
“Ini yang perlu didorong agar mereka memiliki mental berwirausaha, bukan hanya bekerja tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Riyono menambahkan, pengembangan kurikulum juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Komisi IV DPR RI, lanjutnya, mendukung penguatan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, terutama dalam meningkatkan daya tampung, daya saing, teknologi, dan inovasi.
Dukungan tersebut diharapkan turut menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran bersama kementerian terkait. * (erna)


