SuaraTani.com – Medan| Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) memastikan kondisi sembilan ekor Orangutan Sumatera hasil repatriasi dari Malaysia pada Desember 2020 dalam kondisi sehat dan baik.
"Saat ini keseluruhannya masih menjalani proses karantina yang kemudian nantinya dilanjutkan proses rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) yang dikelola Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP) Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)," ujar Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi dalam temu pers di kantor BBKSDA, Medan, Rabu (3/3/2021).
Dikatakannya, dari laporan yang diberikan tim medis SOCP yang memantau individu orangutan Sumatera tersebut diketahui bahwa seluruhnya sudah dalam proses penyesuaian dengan tempat baru.
“Dan tim medis juga mengikuti kebiasaan di Malaysia. Misalnya, biasa berdua dalam satu kandang, di sini juga dilakukan sehingga bisa mengurangi stress,” katanya.
Di tempat yang sama, Head of Exsitu YEL-SOCP drh Citrakasih Nente mengatakan, masa karantina tiga bulan akan berakhir pada akhir Maret nanti. Setelah itu baru masuk proses rehabilitasi.
Citrakasih yang hadir bersama Dokter Hewan Senior YEL-SOCP Yenny Saraswati berharap, seluruh individu yang mereka terima bisa direhabilitasi dengan baik, sehingga nantinya bisa dilepasliarkan di alam bebas. Dan mereka memiliki keyakinan yang cukup besar untuk ini.
“Proses rehabilitasi ini nantinya lebih kepada pembenahan mental, sehingga tidak bisa ditentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Karena ini tergantung dari perlakuan yang diterima individu Orangutan Sumatera saat dipelihara,” tambahnya.
Seperti diketahui, BBKSDA Sumut menerima Sembilan ekor Orangutan Sumatera yang selama ini berada di Malaysia pada Desember lalu, dan kemudian dititipkan di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera milik YEL-SOCP yang berada di Desa Batumbelin, Sibolangit, Deliserdang. * (ika)


