SuaraTani.com – Medan| Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan, Andi Yusmanto mengatakan, sampai dengan Semester I tahun 2021, ada dua komoditas baru yang berhasil diekspor melalui Karantina Belawan, yaitu andaliman dan sekam kopi.
“Komoditas yang baru muncul pada semester I-2021 itu adalah andaliman dengan tujuan ke Jerman dan sekam kopi atau selaput kopi dengan tujuan ke Korea Selatan,” kata Andi kepada SuaraTani.com, Senin (12/7/2021) melalui seluler.
Untuk andaliman kata Andi, jumlahnya sebanyak 574 kilogram (kg) dengan nilai barang berkisar Rp431.901.785 yang dilakukan CV Sakha Zahrazhrd Thambt. Dimana tanggal pelepasannya dilakukan pada 17 Februari 2021 lalu.
Sedangkan untuk sekam kopi atau selaput kopi sebanyak 21.000 Kg dengan nilai barang berkisar Rp36.750.000 dengan eksportirnya CV Surya Timur Perkasa. Dan, pelepasan ekspornya dilakukan pada tanggal 27 April 2021 lalu.
“Kita cukup bangga meski di tengah pandemi Covid-19, namun geliat ekspor komoditas pertanian dari Sumatera Utara (Sumut) melalui Karantina Pertanian meningkat signifikan dan yang penting lagi ada komoditas baru yang kita ekspor,” kata Andi.
Di samping nilai ekspor yang meningkat diikuti dengan pertumbuhan komoditas ekspor yang juga bertambah, jumlah eksportir juga menurut Andi, mengalami penambahan.
“Jumlah eksportir baru sampai dengan semester I tahun 2021 sebanyak 124 perusahaan. Dengan begitu, jumlah eksportir yang ada mencapai 387 perusahaan, naik sebesar 99,48 persen dari tahun 2020,” terang Andi.
Mengenai komoditas yang memiliki nilai ekspor tertinggi untuk bulan Juni 2021, Andi menjelaskan, masih didominasi minyak sawit, kopi biji, pinang, RBD palm oil, minyak kelapa mentah, karet lempengan, ampas kelapa sawit, kulit kayu manis, kayu karet dan kelapa parut. Ke-10 komoditas tersebut diekspor ke beberapa negara diantaranya Malaysia, USA, Japan, China dan lain-lain.
Sebelumnya, saat kegiatan Afternoon Tea bersama kalangan media di Kota Medan, Selasa (6/7/2021), di Hotel Radison, Andi menyebutkan nilai ekspor yang berhasil dihimpun selama satu semester (Januari-Juni 2021) mencapai Rp13,5 triliun lebih atau naik berkisar 43,33% dibanding periode yang sama tahun 2020 senilai Rp9,4 triliun.
“Nilai ekspor tertinggi pada Semester I-2021 terjadi pada bulan Juni, yakni sebesar Rp2,692 triliun lebih diikuti bulan Maret sebesar 2,626 triliun lebih. Sedangkan pada tahun 2020 nilai ekspor tertinggi itu terjadi pada bulan Maret sebesar Rp2,061triliun,” jelas Andi.* (junita sianturi)


