SuaraTani.com – Jakarta| PT Pupuk Kaltim (PKT) mencatat, hingga akhir tahun 2021 telah menanam 335 ribu lebih pohon bakau (mangrove) yang tersebar di area konservasi PKT.
Mangrove yang mulai ditanam PKT sejak tahun 2009 lalu diketahui memiliki laju penyerapan karbon yang tinggi. Riset dari Center for International Forestry Research (CIFOR) mencatat penyerapan karbon oleh hutan mangrove lebih tinggi 300% - 500% dibandingkan serapan pada ekosistem hutan terestrial.
Mendukung target yang ditetapkan pemerintah untuk Indonesia, PKT mengakselerasi langkah penghijauan ini dengan memperluas area lahan hingga 20 hektar di akhir tahun lalu.
“Konsistensi dan keberlanjutan adalah cara kami menjaga lingkungan dan ekosistem agar generasi mendatang tetap bisa menikmati sumber daya alam, serta kualitas lingkungan yang baik. Konservasi hutan mangrove yang diinisiasi PKT sudah memasuki tahun ke 11. Setiap tahunnya luas area dan jumlah bibit pohon yang kami tanam ditambah, untuk memperluas area hutan mangrove di pesisir Bontang, agar serapan karbon dapat memberikan dampak yang signifikan,” ujar Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).
Berlokasi di dekat pantai, program yang diinisiasi oleh Departemen Lingkungan Hidup Pupuk Kaltim ini diawali di area Kedindingan dengan kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove. Selanjutnya PKT juga bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk menjaga agar tidak terjadi deforestasi mangrove dengan memberlakukan pengawasan khusus dan menetapkan status Kawasan Konservasi pada area perairan yang dikerjakan PKT.
335.167 bibit mangrove yang ditanam oleh PKT itu tersebar di dua lokasi, yakni Kedindingan dan Loktuan, Bontang.
Dalam prosesnya, PKT juga menggandeng beberapa organisasi dan masyarakat sekitar guna memastikan pertumbuhan pohon mangrove yang baik. Pasalnya, semakin dewasa usia pohon mangrove maka semakin banyak serapan dan karbon yang disimpan, sehingga pertumbuhan dari bibit sangatlah penting diperhatikan.
Sejak 2019 lalu, di area HGB 65, PKT menggandeng Kelompok Tani Telok Bangko yang merupakan kelompok penggiat konservasi mangrove. Kelompok Telok Bangko sendiri beranggotakan 16 anggota yang mayoritas merupakan masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Sehingga, diharapkan dengan digandengnya dalam kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi bagi mereka.
Atas usahanya menjaga lingkungan dan menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik bagi masyarakat sekitar perusahaan, Pupuk Kaltim telah mendapatkan penghargaan Proper Nasional Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kelima kalinya pada 2021.
“Kedepannya, PKT berkomitmen untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam operasional perusahaan. Komitmen ini merupakan bagian dari roadmap 40 tahun mendatang Pupuk Kaltim, yang berorientasi pada sumber daya terbarukan, sejalan dengan upaya mendukung pemerintah dalam mewujudkan net zero emission 2060 mendatang,” tutup Rahmad. *(ika/ril)

