Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

1.037 KK Terdampak Banjir di Tebingtinggi

Banjir yang terjadi di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatra Utara, masih terpantau hingga Jumat (11/2/2022). Laporan BPBD setempat menyebutkan tinggi muka air di kawasan pemukiman antara 20 hingga 100 cm.suaratani.com-BPBD Kota Tebingtinggi

SuaraTani.com – Jakarta| Banjir yang terjadi di Kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), masih terpantau hingga Jumat (11/2/2022) pagi. Laporan BPBD setempat menyebutkan tinggi muka air di kawasan pemukiman antara 20 hingga 100 cm. Tim gabungan yang dipimpin BPBD tetap bersiaga di wilayah terdampak. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah kota yang dibantu TNI, Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan serta warga bersiaga menghadapi banjir di wilayahnya. 

“Personel BPBD telah mendirikan pos komando untuk penanganan darurat. Selain itu, dapur umum telah dioperasikan untuk pelayanan dasar warga terdampak. Dapur umum ditempatkan di beberapa kelurahan,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat (11/2/2022). 

Muhari menyebutkan, sebanyak 1.037 KK atau  3.256 jiwa yang tersebar di sejumlah kelurahan terdampak banjir pada Kamis siang (10/2/2022). Sebanyak 14 kelurahan pada lima kecamatan terendam banjir, antara lain Kelurahan Sri Padang dan Karya Jaya di Kecamatan Rambutan, Kelurahan Tebingtinggi Lama, Badak Berjuang, Bandar Utama, Mandailing, Pasar Gambir dan Pasar Baru di Tebing Tinggi Kota.

Kelurahan Satria dan Tambangan Hulu di Kecamatan Padang Hilir, Kelurahan Bandar Sakti dan Brohol di Bajenis, dan Kelurahan Pabatu dan Persiakan di Kecamatan Padang Hulu.  

“Data sementara BPBD Kota Tebingtinggi mencatat sejumlah rumah 416 unit terdampak banjir tersebut. Tidak ada laporan adanya korban jiwa atau pun warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman,”sebutnya. 

Peristiwa banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Tebing Tinggi. Hujan intensitas sedang hingga tinggi itu mengakibatkan debit air Sungai Padang meluap dan merendam pemukiman warga pada Kamis (10/2/2022), pukul 11.00 WIB.   

Sementara itu, prakiraan cuaca dalam dua hari ini (11 – 12/2/2022) memantau potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Kota Tebingtinggi. Melihat analisis inaRISK, wilayah Kota Tebing Tinggi memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 5 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, antara lain Kecamatan Bajenis, Padah Hilir, Padang Hulu, Rambutan dan Tebingtinggi Kota.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada dan siaga untuk mengantispasi dampak banjir yang lebih buruk. BPBD bersama pihak kecamatan maupun desa diharapkan sejak dini untuk mempersiapkan tempat evakuasi sementara, apabila diperlukan ketika terjadi evakuasi, dengan memperhatikan protokol Kesehatan. *(putri)