SuaraTani.com – Medan| Eksportir kopi Sumatera Utara (Sumut) masih mengalami kesulitan mengekspor kopi untuk memenuhi pemesanan pembeli. Tak hanya keterbatasan container, keterbatasan kapal pengangkut juga menjadi kendala.
“Bahkan ada pesanan yang sudah masuk di bulan November tahun lalu, belum juga terkirim hingga sekarang. Ini gimana kita masukkan ke tahun pembukuan,” ujar Sulaiman, eksportir kopi yang menggunakan bendera PT Fajar Jeumpa saat berbincangan dengan SuaraTani.com di Sekretariat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Kamis (24/2/2022).
Sulaiman yang mendapat tanggung jawab sebagai manager menyebutkan, kelangkaan kontainer berpengaruh kepada jumlah kopi yang diekspor. Jika dalam sebulan ia biasanya mampu mengekspor 5 kontainer, tetapi saat ini ia hanya bisa mengekspor paling banyak 3 kontainer.
“Jadi walau pun harga naik, tetap saja kami tidak bisa klaim untung, karena kami kan harus bayar bunga bank,” sebut Sulaiman.
Darman, eksportir kopi lainnya mengatakan, selain keterbatasan kontainer, eksportir juga masih terkendala kapal pengangkutan, karena harus bersaing dengan komoditi lain.
“Syukurnya kami biasa gunakan Free on Board. Sehingga ongkos angkut itu tanggung jawab pembeli,” kata Darman yang menggunakan bendera dagang CV. Sidikalang.
Darman juga mengakui adanya penurunan volume kopi yang dikirim.
“Kalau dulu bisa kirim 15 kontainer, sekarang bisa hanya 10 bahkan 7 kontainer dalam sebulan,” tambahnya.
Seperti diketahui, kopi merupakan komoditi andalan ekspor asal Sumut selain CPO dan karet. *(ika)

