Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gelar Streetwear Festival, DEPATU Ajak UMKM Sumut Bergabung Pasarkan Produknya

Chief Operation Officer (COO) DEPATU, Ferdinand Leonardi (kiri) bersama Chief Executive Officer (CEO) DEPATU, Angeline Tanty (ketiga dari kiri) melakukan pengguntingan pita tanda dibukanya Streetwear Festival di Medan dengan tajuk #061 Streetwear Fest 2022. suaratani.com - ist

SuaraTani.com – Medan| Marketplace DEPATU untuk yang kedua kalinya mengadakan Streetwear Festival di Medan dengan tajuk #061 Streetwear Fest 2022. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (13/2/2022) tersebut mengusung tema Digitalize Hype and Luxury Fashion Festival.

Chief Operation Officer DEPATU, Ferdinand Leonardi, mengatakan, Streetwear Festival merupakan sebuah festival selebrasi untuk mempertemukan ribuan brand karya anak bangsa dengan lebih dari 3 juta transaksi pembelian. 

“Streetwear merupakan acara tahunan dan tahun ini adalah kali kedua setelah event pertama sukses pada tahun 2020,” kata Ferdinand, Kamis (10/2/2022), di Atrium Sun Plaza, Medan.

Tujuan diselenggarakan acara ini menurut Ferdinand,  untuk mengumpulkan para anak-anak muda untuk berkreasi bersama, berkumpul bersama dan menyalurkan karya nya ke publik secara bersamaan. 

Sebagai salah satu rangkaian streetwear festival 2022 ini akan diluncurkan marketplace DEPATU dimana aplikasi ini akan menyelesaikan masalah marketplace untuk keaslian produk hingga harga market price yang sesuai untuk dijual atau resell serta mendukung produk UMKM agar dapat dikenal secara luas dan bersaing dengan produk Internasional.

Ferdinand mengatakan, DEPATU mendorong dan mengajak para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk di Sumatra Utara (Sumut) untuk bergabung dengan marketplace tersebut. Saat ini lebih dari 40.000 produk telah bergabung dengan DEPATU.

"Kami mengajak teman-teman UMKM untuk bergabung. Potensi untuk memasarkan produk melalui marketplace sangat besar dan ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dengan optimal. Saat ini sudah ada lebih dari 40.000 produk yang berkaitan dengan lifestyle telah bergabung. Mulai dari sepatu, pakaian, asesoris dan sebagainya," jelasnya.

Alasan DEPATU mengajak UMKM untuk turut memasarkan produknya pada marketplace tersebut adalah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri serta agar produk lokal tersebut dapat dikenal dan dipasarkan hingga ke mancanegara. 

Hal ini juga merupakan wujud dukungan terhadap program pemerintah yakni Bangga Buatan Indonesia. Produk UMKM, jelasnya, memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.

"Saat ini, komposisi antara produk luar negeri dan dalam negeri yang tergabung dalam DEPATU masih 50:50. Karena itu, kita terus mendorong agar porsi produk lokal tersebut dapat terus bertambah, termasuk produk karya UMKM Sumut," ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) DEPATU, Angeline Tanty menambahkan bahwa festival ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 10 - 13 Februari 2022 di Atrium Sun Plaza. 

Kegiatan ini mengadopsi sistem O2O (online to offline) event system atau bisa disebut secara hybrid, dimana semua sistem masuk event sampai raffle dan transaksi semua dirancang dalam aplikasi DEPATU.

"Aplikasi DEPATU saat ini menyediakan fitur penjualan tiket event, marketplace untuk jual beli dan bid, official store untuk mendukung para UMKM sampai dengan voucher untuk semua kebutuhan lifestyle seperti gym, dan masih banyak fitur yang ditawarkan. Sesuai dengan Hashtagnya #AuthenticIsLifestyle. Dimana awalnya DEPATU hanya dikenal sebagai platform cek keaslian produk yang pertama di Asia Tenggara," tuturnya.

Pihaknya berharap sektor UMKM bisa berkembang dan aplikasi DEPATU bisa menyalurkan serta membesarkan nama-nama brand karya produk anak lokal baik dari segi fesyen, seni, karya dan digitalisasi dapat bersaing secara Internasional. 

Angelina meyakini bahwa festival ini mampu menumbuhkan minat masyarakat terhadap produk asli anak bangsa. * (junita sianturi)