Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Cabai dan Bawang Merah Bergerak Naik, Minyak Goreng Belum Turun Juga

Harga sejumlah komoditi terutama cabai merah dan bawang merah mulai merangkak naik seiring dengan semakin terbatasnya pasokan dari daerah penghasil.suaratani.com-dok 


SuaraTani.com – Medan| Harga kebutuhan pokok masyarakat belakangan ini relatif stabil, meskipun ada sejumlah harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Diantaranya adalah kenaikan harga bawang merah dan cabai merah. 

Harga bawang merah saat ini dijual di kisaran Rp33 ribu per kilogram (kg), sedangkan cabai merah juga mengalami kenaikan dikisaran angka Rp33 ribuan per kg.

Pemerhati ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kenaikan  harga cabai merah masih dalam rentang harga yang wajar. Naik menjadi Rp33 ribuan per kg setelah kenaikan harga pupuk, memang seharusnya harga keekonomian untuk cabai merah dan sejumlah produk hortikultura lainnya akan bergerak keatas. Ditambah faktor pemicu lain kenaikan sejumlah kebutuhan pangan utama tersebut juga dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini.

“Sementara untuk stok kebutuhan pangan sendiri khususnya cabai merah, dari hasil pantauan saya di beberapa kecamatan seperti Kuta Buluh, Tiga Nderket, dan Kecamatan Payung yang ada di Kabupaten Karo sempat mengalami penurunan produksi, artinya berakhirnya musim panen di sejumlah wilayah Karo mulai terjadi,” sebut Gunawan di Medan, Selasa (15/2/2022).

Sementara untuk bawang merah, kenaikan harga tidak terlepas dari mulai berkurangnya pasokan dari wilayah Jawa. Selebihnya untuk sejumlah komoditas lainnya masih terpantau stabil. 

“Tetapi untuk harga minyak goreng memang sejauh ini belum mengalami penurunan, meskipun ada minyak goreng murah. Tetapi di sejumlah pasar tradisional harga minyak goreng masih dijual di kisaran Rp18.500 hingga Rp20.000 per kg nya,” katanya.

Ditambahkannya, kedepan tetap harus mewaspadai segala kemungkinan yang bisa memicu kenaikan harga lanjutan. Sumber protein misalnya, meskipun harga telur ayam dan daging ayam mengalami penurunan belakangan ini, tetapi kenaikan harga pakan ternak ditambah dengan ancaman kenaikan biaya produksi lainnya yang bersumber dari harga pupuk berpeluang memicu kenaikan harga jual produk pertanian.

Ancaman tingginya inflasi masih terus menghantui. Meskipun pada bulan Februari ini Sumut berpeluang mencetak deflasi. Akan tetapi tren perkembangan harga energi dunia ditambah dengan potensi kenaikan suku bunga acuan global bisa memicu kenaikan harga pangan global. Tanpa terkeceuali harga pangan di Sumut. 

“Tahun ini kita harus bekerja lebih keras untuk meredam inflasi dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” pungkasnya. *(ika)