Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Referensi CPO di Bulan Maret Naik US$200 Per MetricTon

Petani mengumpulkan TBS Sawit sebelum dibawa ke Pabrik Kelapa Sawit untuk diolah menjadi CPO.Di bulan Maret, harga refensi CPO meningkat 8,93% dibandingkan bulan Februari 2022.suaratani.com-dok 


SuaraTani.com – Jakarta| Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK)  periode Maret 2022 adalah US$1.432,24/MT.  Harga  referensi tersebut meningkat sebesar US$ 117,46 atau 8,93% dari periode Februari 2022,yaitu sebesar US$1.314,78/MT. 

Penetapan  ini  tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2022 tentang    Penetapan  Harga  Patokan  Ekspor  (HPE)  atas  Produk  Pertanian  dan  Kehutanan  yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat  ini  harga referensi CPO telah  jauh  melampaui threshold US$750/MT. Untuk  itu, Pemerintah  mengenakan BK CPO sebesar US$200/MT untuk  periode Maret 2022,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, dalam keterangan tertulis, Senin (28/2/2022).

BK CPO untuk Maret 2022 merujuk pada Kolom 12 Lampiran I Huruf  C Peraturan Menteri Keuangan   No. 1/PMK.010/2022sebesar US$200/MT.  Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode Februari2022.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Maret 2022 sebesar  US$2.627,71/MT meningkat 4,17% atau US$105,08 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$2.522,63/MT. 

Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada Maret 2022 menjadi US$2.337/MT, meningkat 4,61%  atau US$103 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar US$2.234/MT.

Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu menurunnya supply CPO dikarenakan  curah hujan yang tinggi di Indonesia, penurunan jumlah tenaga kerja di perkebunan sawit Malaysia akibat pandemi, serta kekhawatiran akibat adanya ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina.

Pemberlakuan kebijakan baru di Indonesia berupa pengaturan ekspor CPO dan Produk Turunannya serta  kebijakan Domestic Market Obligation juga dianggap sebagai pembatasan ekspor oleh  negara  tujuan.  Hal  ini  membuat India menurunkan pajak  impor CPO dari 7,5% menjadi 5%.

Sementara itu, peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi meningkatnya permintaan pasar akibat pemulihan yang ditandai dengan berkurangnya pembatasan serta adanya penurunan supply kakao akibat angin kering harmattan di Ghana.

Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao,yaitu tetap 5%. Hal tersebut tercantum pada Kolom 2 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.010/2022.

Untuk HPE  produk kulit tidak mengalami  perubahan dari  bulan sebelumnya, sedangkan untuk produk  kayu, terdapat beberapa perubahan HPE. 

BK  produk  kayu dan  kulit  tidak mengalami perubahan yang tercantum pada Lampiran II  Huruf    A Peraturan    Menteri    Keuangan No.1/PMK.010/2022. *(jasmin)