Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kementan Manfaatkan Teknologi Radiasi Sinar Gamma Tingkatkan Kualitas Produk Porang

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengangkat umbi porang. Saat ini Kementan memanfaatkan teknologi radiasi sinar gamma  untuk mendukung kesuksesan agribisnis aneka produk berbasis porang. suaratani.com - ist

SuaraTani.com – Jakarta| Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani yang membahas Pemanfaatan Teknologi Radiasi Sinar Gamma untuk Mendukung Kesuksesan Agribisnis Aneka Produk Berbasis Porang, Kamis (17/2/2022).

Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir, BRIN, Roziq Himawan menjelaskan porang mengandung glucomannan tinggi. Sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industri, namun baru sekarang mulai secara luas dibudidayakan. 

Porang ke depan sangat prospektif karena ketersediaan lahan terutama di kawasan hutan sehingga tidak perlu bersaing dengan komoditas tanaman pangan lainnya. 

"Pemanfaatan teknik mutasi radiasi sinar Gamma dapat dilakukan untuk perbaikan varietas porang. Tujuan perbaikan dapat berupa peningkatan produktifitas umbi, peningkatan kadar glucomanan pada umbi, perbaikan ketahanan terhadap hama dan penyakit, perbaikan ketahanan terhadap kekeringan," jelasnya pada webinar tersebut.

Kepala Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir, Organisasi Riset Tenaga Nuklir, BRIN, Kristejo Kurnianto memaparkan, produk pangan mempunyai sifat mudah busuk dan cepat rusak sehingga banyak terbuang sebelum sampai pada konsumen atau negara tujuan ekspor. 

Iradiator gamma dapat menjadi solusi dalam sterilisasi dan pengawetan makanan, obat-obatan serta produk medis. 

“Keunggulan teknik iradiasi untuk proses pengawetan dan sterilisasi diantaranya sinar gamma berdaya tembus tinggi, dapat mencapai titik target terdalam pada produk. Proses sederhana pada temperatur kamar, sehingga bentuk dan warna produk tak berubah," jelasnya.

Proses kata Kristejo, tak memakai bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan. Tidak meninggalkan radiasi dan bahan kimia beracun pada produk. Proses terbukti aman, sudah dimanfaatkan lebih dari 50 tahun," ujar Kristejo.

Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Persero PT Pos Indonesia, Hariadi yang menjadi narasumber menjelaskan tentang  persyaratan ekspor tumbuhan dan produk tumbuhan dari dalam wilayah Indonesia. Diantaranya disertai Phytosanitary Certificate (PC) yang diterbitkan Badan Karantina Pertanian. 

"Sertifikat ini dikeluarkan melalui tempat pengeluaran yang telah ditetapkan, Dilaporkan dan diserahkan kepada Pejabat Karantina Tumbuhan di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan," terangnya.

Perlu diketahui, Kementan dalam pemanfataan teknologi radiasi sinar gamma ini bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI). 

President Women in Nuclear Indonesia, Anggota Divisi Pengembangan SDM, ISWI, Tri Murni Soedyartomo mengungkapkan, agribisnis porang dengan strategi peningkatan skala usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pola kemitraan, penggunaan kemasan yang berkualitas, waktu tanam, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada. 

"Dengan memanfaatkan radioisotope dapat membuat benih unggul, dapat mendeteksi penyerapan pupuk, dan dapat mengawetkan buah," ujarnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan  Kementan, Suwandi mengatakan Kementan di bawah komando Mentan Syahrul Yasin Limpo saat ini memang menggenjot pengembangan porang sebagai komoditas ekspor. 

Porang menjadi komoditas pilihan Presiden Jokowi untuk menjadi komoditas andalan baru di Indonesia khususnya dalam rangka membuat alur ekspor yang lebih beragam dan lebih optimal keseluruh manca negara yang ada. 

“Di pasar ekspor, porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan sehingga harga porang pun menjadi sangat menjanjikan bagi petani. Kami akan terus meningkatkan budidaya porang ini dalam berbagai aspek salah satunya dalam pengamanan produksi porang," sebutnya.

Sebagai informasi, saat ini ada 20.000 hektare lahan di Indonesia yang ditanami porang dan terus bertambah. Porang ini sudah diekspor ke 16 negara dengan negara tujuan terbesar Cina, Thailand, dan Vietnam dalam bentuk chips, tepung dan lainnya. Pada tahun 2020, sebanyak 19.800 ton porang diekspor dengan nilai Rp880 miliar. * (junita sianturi)