SuaraTani.com – Medan| Kinerja pasar keuangan dalam sepekan kedepan sebenarnya tidak akan banyak dipengaruhi oleh banyak data ekonomi penting. Inflasi di tanah air dimana Indoensia diperkirakan akan mencetak deflasi menjadi data pembuka. Dampaknya terhadap kinerja pasar keuangan tidaklah begitu signifikan. Selanjutnya di akhir pekan ada data dari AS yakni ISM Non Manufacturing PMI.
Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, data ISM menggambarkan kinerja ekonomi disektor non manufaktur yang menjadi kabar penting penggerak pasar keuangan global. Data tersebut diperkirakan akan membaik. Seiring dengan data tersebut ada juga data ketenaga kerjaaan AS dan data tingkat pengangguran. Kedua data itu diperkirakan memburuk.
“Pada dasarnya data-data tersebut mixed, besar kemungkinan tidak akan berpengaruh banyak bagi pasar keuangan global, termasuk pengaruhnya terhadap kinerja IHSG dan Rupiah. Kalau mengacu kepada data-data ekonomi tersebut sepekan kedepan, IHSG dan Rupiah berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan naik,” ujar Gunawan di Medan, Senin (28/2/2022).
Tetapi sayangnya kata Gunawan, sentiment ekonomi tersebut diperkirakan tidak akan berpengaruh besar terhadap pasar keuangan. Pelaku pasar masih akan fokus pada perkembangan perang di Rusia dan Ukraina. Volatilitas di pasar keuangan akan sangat bergantung pada dinamika perkembangan di Ukraina.
Meskipun sejauh ini pelaku pasar tidak begitu risau karena perang tidak meluas. Perang masih berkutat di wilayah Ukraina dan belum muncul kekuatiran akan meluas dan memicu perang dunia ke tiga. Tetapi pelaku pasar akan tetap berhati-hati dengan segala kemungkinan lain yang terjadi.
“Selama tidak ada kejutan baru, saya yakin IHSG dan Rupiah tidak akan beranjak jauh dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya,” pungkasnya. *(ika)

