SuaraTani.com – Medan| Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) untuk pengapalan Januari 2022 turun 17,7% menjadi 32.608 ton dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara bila dibandingkan periode bulan Januari tahun 2021, ada penurunan 1,2%.
“Memasuki awal tahun, kinerja ekspor melemah karena volume penurunan yang tajam, sedangkan harga mulai membaik, “ ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, di Medan, Jumat (11/2/2022).
Edy mengatakan, bahwa volume ekspor ini disebabkan demand melemah (permintaan dari end user berkurang) dan masih ada sedikit delay shipment (penundaan pengapalan) pada Januari.
“Dan di bulan Januari 2022, total ada 34 negara tujuan ekspor, dimana ada lima besar negara tujuan ekspor karet , yakni Jepang (27,03%), USA (12,78), Brazil (10,73%), China (7,68%), dan Turki (6,12%),” katanya.
Sementara untuk harga karet jenis TSR20 di bursa berjangka Singapura menurut Edy memperlihatkan adanya kenaikan di Februari ini.
Transaksi pada tanggal 11 Februari tercatat 180,6 cen US per kg. Adanya peningkatan harga ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan di pasar spot.
Sayangnya memasuki Februari, kondisi kebun karet di Sumut sebagian sudah memasuki musim kering yang akan mepengaruhi produksi kebun karet. Keadaan ini juga akan mempengaruhi kinerja ekspor, diperkirakan masih stagnan.
“Kita perkirakan untuk periode Februari hingga April nanti ada penurunan produksi karet hingga 30%,” tutupnya. *(ika)

