SuaraTani.com – Medan| PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan bisa membuka 1.000 toko pupuk yang akan tersebar di seluruh Indonesia.
Nantinya 1.000 toko yang merupakan pilot project ini akan disebar di kabupaten/kota yang memiliki sentra-sentra pertanian terlebih dahulu dulu. Nantinya jika berhasil, baru akan ditambah.
“1.000 toko ini merupakan perpanjangan tangan Pupuk Indonesia, sehingga bisa memantau dan memastikan stok petani itu selalu ada dan kita nanti akan pakai sistem. Yang jika berjalan dengan baik, maka akan kita gunakan juga di kios pupuk subsidi,” ujar Senior Executive Vice President PT Pupuk Indonesia, Gatoet Gembiro kepada SuaraTani.com di Medan, Selasa (22/2/2022).
Gatot mengatakan, 1.000 toko pupuk komersil ini nantinya akan menjual pupuk dengan harga kekinian yang diharapkan bisa membantu petani yang membutuhkan pupuk tetapi tidak kebagian pupuk subsidi.
“Meski harga jualnya komersil, tetapi kami memiliki kebijakan harga, yang diyakini tetap bisa dijangkau petani, karena kita ada klasifikasi harga. Tertinggi itu harga untuk ekspor, kemudian harga untuk perkebunan dan industri. Baru yang terendah itu harga untuk petani,” kata Gatot.
Untuk di Sumut sendiri menurut Gatot belum bisa ditentukan berapa toko pupuk komersil yang bisa dibuka.
“Karena saat ini masih dalam tahap mengumpulkan data sentra-sentra yang layak untuk dibuka kios komersil untuk membantu petani,” sebutnya.
Untuk produksi pupuk sendiri menurut Gatot Gembiro melebihi kebutuhan petani. Jika ditambah stok pupuk yang ada, saat ini ketersediaan pupuk mencapai 13,5 juta ton, sementara yang dibutuhkan petani sebanyak 9 juta ton.
“Jadi kita masih punya 4,5 juta ton. Itu yang nantinya kita jual dengan harga komersil,” pungkasnya. *(ika)

