SuaraTani.com – Medan| PT Pupuk Indonesia kembali melakukan Pembinaan Kios Resmi Pupuk Bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut). Kali ini, road show Pembinaan Kios dilakukan di dua titik, yakni di wilayah Asahan, Batu Bara dan Tanjungbalai. Kemudian, di wilayah Toba, Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Samosir.
“Pembinaan kios resmi di dua titik itu, kita lakukan kemarin, Kamis (17/2/2022) bersama kios dan distributor serta Dinas Pertanian dan Dinas Perindag setempat,” kata SPDP Petrokimia Gresik Wilayah Sumut, Bayu Aji Uridho ketika dihubungi SuaraTani.com, lewat seluler, Jumat (18/2/2022).
Untuk hari ini, (Jumat, 18/2/2022), kata Bayu, pembinaan kios dilakukan di Kabupaten Labuhanbatu secara keseluruhan dan wilayah Tabagsel.
“Jadi ada dua tim yang dibagi untuk melakukan pembinaan kios pupuk bersubsidi ini. Tim itu terdiri dari produsen pupuk bersubsidi yang menjadi anak usaha dari Pupuk Indonesia (Holding), yakni PT Petrokimia Gresik dan Pupuk Iskandar Muda (PIM) ditambah dari Pupuk Indonesia sendiri,” jelasnya.
Road show temu kios ini sendiri menurut Bayu, mulai dilakukan pada tanggal 16 Februari lalu sampai diperkirakan tanggal 25 Februari 2022 di wilayah Nias.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kata Bayu, pembinaan atau road show Temu Kios ini dimaksudkan agar penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku serta terpenuhinya kriteria 6 Tepat dalam penyaluran.
“Kios diharapkan tertib dalam penyaluran pupuk bersubsidi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, serta mampu meng-administrasikan dengan baik dan benar pupuk yang disalurkan,” ujar Bayu.
Dalam pertemuan itu juga, kios dan distributor diingatkan kembali tugas dan tanggung jawabnya serta larangan dan sanksi jika kios melakukan pelanggaran atau tidak mengikuti aturan dan ketentuan.
“Kita akan menindak tegas jika ada distributor dan kios yang melanggar aturan,” tegasnya.
Selain mentaati aturan penyaluran, PT Pupuk Indonesia juga mengimbau kios agar selalu berkoordinasi dengan stake holder terkait untuk kelancaran penyaluran, mulai dari E-RDKK sampai dengan verifikasi dan validasi penyaluran.
Sementara itu, Distributor Pupuk Bersubsidi dari CV Bedagai Agro Sejati (BAS), Rismauli Nadeak mengatakan, penyaluran pupuk subsidi saat ini memang agak ‘ribet’, tapi harus dikerjakan.
“Pilihannya seperti itu, mau beli subsidi harganya murah tapi plusnya ribet. Atau mau yang gampang belinya non subsidi. Tapi saya yakin kios pengecer sudah siap untuk melakukannya sesuai aturan dan peraturan yang ada,” kata Rismauli yang hadir dalam acara Temu Kios di wilayah Asahan, Batu Bara dan Tanjungbalai yang digelar Kamis (17/2/2022) di Kisaran, Kabupaten Asahan.
Meski dalam pelaksanaannya ribet, lanjut Rismauli, namun tidak ada kios pupuk bersubsidi yang mundur jadi pengecer.
“Jadi, mari kita lebih semangat lagi dalam menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang berlaku kepada petani di wilayah kerja kita masing-masing. Kios mampu dan pasti bisa,” kata Rismauli yang didaulat memberikan sambutan mewakili para distributor yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, di Sumut sendiri, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan dengan dua cara, yaitu kartu tani dan non kartu tani. Penyaluran menggunakan kartu tani diterapkan di tiga kecamatan di Kabupaten Dairi.
“Selain tiga kecamatan tersebut, penyaluran non kartu tani, yaitu dengan menunjukkan foto copy KTP dan aplikasi T-Pubers,” ucap VP Penjualan Wilayah I Pupuk Indonesia, RM Taufiek, Rabu (16/2/2022). * (junita sianturi)

