SuaraTani.com – Medan| Pasar keuangan dalam sepekan kedepan akan dibayang-bayangi dengan kembali dengan kemungkinan agresi militer Rusia ke Ukraina. Perkembangan terbaru dari Ukraina saat ini adalah terjadi baku tembak anatara pemerintah Ukraina dengan milisi Pro Rusia. Sehingga pelaku pasar berspekulasi bahwa ini menjadi pintu masuk perang yang lebih besar dimana Rusia dimungkinkan untuk melakukan agresi ke Ukraina.
Analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin mengatakan, pekan ini pasar akan lebih bergerak dengan dorongan masalah geopolitik di Eropa. Sementara itu, sajian data-data ekonomi yang paling berpengaruh baru akan datang di dua hari terakhir perdagangan pekan ini. Meski demikian, sekalipun rilis data dari Amerika Serikat nantinya membaik, namun juga dapat ditafsirkan sebagai kemungkinan yang lebih meyakinkan akan dilakukannya Taper Tantrum.
Dengan kondisi ini, Gunawan memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan ini akan kembali berada dalam tekanan, dimana potensi IHSG untuk diperdagangkan di kisaran 6.730 hingga 6.770 sangat terbuka. IHSG masih akan sulit naik seiring dengan ketidakpastian masalah politik di Eropa.
“Sementara untuk mata uang Rupiah juga berpeluang mengalami tekanan, walaupun tekanan Rupiah saya perkirakan sifatnya terbatas,” ujar Gunawan di Medan, Senin (21/2/2022).
Untuk harga emas dunia, Gunawan melihat memang berpotensi naik. Sejauh ini emas sedang bertengger dikisaran $1.900 per ons troy, dan berpeluang untuk mendekati harga $2.000 per ons troy di pekan ini. Terlebih jika Rusia benar-benar menginvasi Ukraina. Kinerja harga emas diperkirakan akan lebih banyak tertahan oleh faktor teknikal.
“Jadi harga emas akan sangat diuntungkan dengan eskalasi perang yang terus meningkat,” terangnya.
Disisi lainnya, peluang pasar keuangan untuk bergerak di zona hijau tetap terbuka di pekan ini. Jika konflik di Eropa membaik, maka peluang pasar keuangan berbalik di zona hijau sangat terbuka, dan potensi tersebut berpeluang terjadi di pertangahan pekan hingga tutup perdagangan. Meskipun bisa saja terjadi sebaliknya dimana tekanan berlangsung dalam sepekan penuh.
“Jadi, pekan ini potensi pasar bergerak volatile sangat terbuka. Pelaku pasar akan berhati-hati di pekan ini. Kejutan-kejutan baru secara tiba-tiba dipasar keuangan masih berpeluang terjadi. Sehingga pelaku pasar sebaiknya terus mengupdate perkembangan geopolitik di Eropa, guna meminimalisir potensi resiko yang kerugian yang signifikan,” pungkasnya. *(ika)

