SuaraTani.com – Medan| Tidak tercapainya target investasi yang masuk ke Sumatera Utara (Sumut) yang belum memenuhi target di tahun 2021 masih bisa dimaklumi.
Pemerhati ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo mengatakan, ada empat faktor yang menjadi penghambat masuknya investasi ke Sumut.
Pertama, masih cukup tingginya kasus pandemi Covid-19 di tahun 2021 dan munculnya varians delta yang lebih berbahaya dibanding jenis virus sebelumnya.
Kedua, vaksinasi yang masih rendah juga memberikan ketidakpastian bagi investor, sehingga banyak investor yang menunda investasi.
Yang ketiga, masih belum lengkapnya potensi investasi di Sumut. Saat ini memang North Sumatera Investment (NSI) dan Dinas Penanaman Modal PTSP Sumut telah membangun database melalui Sistem Informasi Geografis terkait potensi ekonomi di kabupaten/kota di Sumut.
“Dan yang keempat, insentif dan kemudahan yang belum diterbitkan untuk pemerintah provinsi terkait dukung terhadap UU Cipta Kerja,” ujar Wahyu Ario di Medan, Kamis (17/3/2022).
Wahyu Ario mengatakan, keberadaan NSI nantinya menjadi media informasi bagi investor terkait potensi dan produk unggulan Sumut. Selain itu juga terkait hal-hal berkaitan dengan prosedur melakukan investasi di Sumut.
Sehingga diharapkan bisa mendorong masuknya investasi ke Sumut.
“Apalagi nanti diberikan informasi insetif dan kemudahan dalam investasi, maka dapat berdampak terhadap minat dan realisasi investasi di Provinsi Sumut,” pungkasnya.
Data yang diberikan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut menyebutkan, di tahun 2021, realisasi investasi hanya mencapai Rp26,9 triliun, atau hanya 63,73% dari target sebesar Rp42,3 triliun.
Realisasi ini juga dibawah realiasi di tahun 2020 yang mencapai Rp32,23 triliun. *(ika)

