SuaraTani.com – Medan| Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan kerja sama pengembangan tanaman bunga dengan Belanda. Saat ini, pihak dinas masih menyiapkan laboratorium kultur jaringan bertaraf internasional.
“Nantinya bunga-bunga yang dikembangkan, seluruhnya akan dikirim kembali ke Belanda, tidak ada yang dijual di sini. Kalau ada yang afkir, kita musnahkan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas TPH Sumut, Baharuddin Siregar, usai pembukaan Pameran Florikultura yang digelar di halaman Kantor Dinas TPH Sumut, Selasa (15/3/2022).
Baharuddin mengatakan, sejauh ini memang belum bisa diketahui berapa jenis bunga yang akan dikembangkan termasuk jenisnya, tetapi ia optimistis, kerja sama ini bisa diwujudkan.
“Mereka sudah berkunjung dua kali ke laboratorium kita, tinggal menunggu kunjungan direktur mereka dari Belanda. Karena ini masih pandemi Covid, kita tunggu saja. Mudah-mudahan secepatnya bisa datang,” katanya.
Sementara itu, terkait pameran florikultura, Baharuddin menyebutkan ada 35 stand yang ikut ambil bagian.
Hal ini menunjukkan bahwa Sumut memiliki potensi yang besar untuk pengembangan tanaman hias.
“Kita miliki potensi, tetapi memang belum optimal yang dikembangkan. Apalagi tadi kan kita lihat, ada tanaman yang bentuknya seperti aglonema yang harganya sudah di kisaran Rp1,5 juta. Padahal tanaman itu belum lagi memiliki nama,” sebutnya.
Pameran Florikultura yang digelar hingga Sabtu (19/3/2022) mendatang juga dimeriahkan pasar murah yang menyediakan bahan pokok seperti cabai merah, bawang merah dan juga minyak goreng. *(ika)