Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Februari, Harga Gabah di Tingkat Petani Sumut Sebesar Rp5.940 Per Kilogram

Pekerja di Kilang Padi di Kabupaten Serdangbedagai. Di bulan Februari, BPS Sumut mencatat harga tertinggi untuk gabah kualitas GKG tercatat sebesar Rp6.000 per kilogram.suaratani.com-ika


SuaraTani.com – Medan| Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi sumatera Utara (Sumut) mencatat, harga gabah tertinggi di tingkat petani di bulan Februari senilai Rp5.940 per kilogram (kg). Harga ini berasal dari gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) varietas Inpari 32 di Kabupaten Asahan dan Gabah Kering Panen (GKP) Varietas Inpari 32 di Kabupaten Asahan. 

“Sedangkan harga terendah senilai Rp 4200 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Inpari 32 di Kabupaten Simalungun,” ujar Kepala BPS Provinsi Sumut, Nurul Hasanudin di Medan, Kamis (3/3/2022).

Untuk di tingkat penggilingan, Nurul Hasanudin menyebutkan, harga gabah tertinggi di bulan Februari senilai Rp6.000 per kg berasal yang berasal dari gabah kualitas GKG varietas Inpari 32 di Kabupaten Asahan dan GKP Varietas Inpari 32 di Kabupaten Asahan. 

“Dan untuk harga terendah senilai Rp4.250 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Inpari 32 di Kabupaten Simalungun,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakannya, rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKG di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 1,28% dari Rp5.462 per kg pada Januari menjadi Rp5.393 per kg pada Februari 2022.

Penurunan juga terlihat untuk kelompok kualitas GKP, yakni turun sebesar 2,93% dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp4.908 per kg menjadi Rp4.764 per kg.

Sedangkan rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKG di tingkat penggilingan mengalami penurunan sebesar 1,07% dari Rp5.551 per kg pada Januari menjadi Rp5.492 per kg pada Februari 2022. 

“Kelompok kualitas GKP) juga mengalami penurunan sebesar 2,30% dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp5.026 per kg menjadi Rp4.910 per kg, “ terangnya. 

Di bulan Februari, BPS Provinsi Sumut melalui Survei Harga Produsen Gabah, berhasil mencatat 103 observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten terpilih dengan komposisi terbanyak didominasi oleh GKP sebanyak 50 observasi (48,54%), diikuti oleh Gabah Kualitas Rendah sebanyak 27 observasi

(26,21%), dan Gabah Kualitas GKG sebanyak 26 observasi (25,24%).

Pengumpulan hasil observasi transaksi harga penjualan gabah yang berhasil dicatat di Sumut terbanyak berasal dari Kabupaten Simalungun yaitu sebanyak 20 observasi (19,42%), disusul Kabupaten Batu Bara, Deliserdang, dan Langkat masing-masing sebanyak 10 Observasi (9,71%), Kabupaten Serdangbedagai sebanyak 9 Observasi (8,74%).

Kabupaten Toba sebanyak 8 observasi (7,77%), Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 7 observasi (6,80%), Kabupaten Labuhanbatu Utara sebanyak 5 observasi (4,85%), Kabapaten Asahan, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara masing-masing sebanyak 3 observasi (2,91%). Sedangkan Kabupaten Labuhanbatu tidak ada kontribusi jumlah sampel (0,00%). *(ika)