Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Februari, Sumut Alami Deflasi 0,21%

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nurul Hasanudin.suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Medan| Minyak goreng menjadi komoditi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Gunung Sitoli, sehingga mendorong Gunung Sitoli mengalami inflasi sebesar 0,43%. Selain minyak goreng, bahan bakar rumah tangga dan cabai merah juga menjadi penyumbang inflasi. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nurul Hasanudin, mengatakan, inflasi di Gunung Sitoli ini termasuk yang tertinggi di Pulau Sumatera, bersama dengan Kota Pekan Baru di Provinsi Riau.

“Andil minyak goreng itu sebesar 0,4%, sementara bahan bakar rumah tangga memberi andil 0,22% dan cabai merah memberi andil 0,15%,” ujar Nurul dalam paparan Berita Resmi Statistik yang disiarkan melalui kanal YouTube, Selasa (1/3/2022).

Sementara  untuk 4 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) lainnya di Sumut, di bulan Februari menurut Nurul, 2 kota tercatat mengalami deflasi, yakni Medan yang deflasi sebesar 0,28%, dan Sibolga yang mengalami deflasi sebesar 0,21%. 

Sedangkan Kota Pematangsiantar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,18% dan Kota Padangsidimpuan inflasi sebesar 0,37%.

“Dengan demikian, maka Sumut di bulan Februari mengalami deflasi sebesar 0,21%,” sebut Nurul.

Dikatakannya, dari 11 kelompok pengeluaran yang dicatat, 5 kelompok pengeluaran memberi andil  deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,82%; kelompok kesehatan sebesar 0,02%; kelompok transportasi sebesar 1,09%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04%.

Di sisi lain, ada 3 kelompok yang mengalami kenaikan harga, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,44%. 

“Sedangkan 3 kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” katanya.

Di Indonesia, pada Februari 2022 dari 90 kota yang diamati Indeks Harga Konsumen (IHK), 37 kota tercatat inflasi dan 53 kota deflasi. 

Inflasi tertinggi di Kupang sebesar 0,65% dengan IHK sebesar 107,17 dan terendah di Tanjung Selor sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 106,29. 

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,08% dengan IHK sebesar 109,20 dan terendah di Palembang, Palangka Raya, dan Tarakan sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 107,54; 108,50; dan 108,41. *(ika)