Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Musrembang Kecamatan Pahae Jae, Ketersediaan Air Bersih Jadi Prioritas

Camat Pahae Jae, Redianto Sinaga menyampaikan terimakasih atas berjalannya musrembang kecamatan dengan baik. suaratani.com - darwin nainggolan

SuaraTani.com-Taput| Musrenbang tingkat Kecamatan Pahae Jae yang dipimpin Asisten l Pemerintahan, Parsaoran Hutagalung dihadiri Anggota DPRD perwakilan daerah pemilihan luat Pahae, Camat Pahae Jae, Redianto Sinaga, lurah dan seluruh kepala desa se Kecamatan Pahae Jae di aula kantor Camat Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli UTara (Taput), Kamis (10/3/2022).

Parsaoran yang menyampaikan sambutan Bupati Taput menekankan, pentingnya sinergitas pembangunan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat nasional. 

Dari sejumlah poin usulan prioritas yang disampaikan setiap desa dalam agenda tersebut setidaknya mengerucut pada kebutuhan pembangunan dan penyediaan kebutuhan vital air bersih hingga pembangunan jalan usaha tani yang mendesak untuk direalisasikan pada 13 desa dan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Pahae Jae.

"Memang, kebutuhan akan air bersih masih menjadi salah satu usulan prioritas yang disampaikan desa dalam Musrenbang, saat ini," terang Camat Pahae Jae, Redianto Sinaga.

Selain kebutuhan akan air bersih, usulan pembangunan jalan usaha tani turut mendominasi usulan yang disampaikan dalam Musrenbang. Camat Redianto berharap, poin-poin usulan pembangunan yang dihimpun dalam 128 usulan dari 12 desa dan 1 kelurahan se Kecamatan Pahae Jae mampu ditindaklanjuti ke Musrenbang tingkat kabupaten demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Desa Sukamaju tercatat sebagai salah satu desa pengusul program pembangunan dan penyediaan kebutuhan air bersih tersebut.

Menurut Kepala Desa Sukamaju, Jasa Sitompul, realisasi kebutuhan tersebut sudah sejak periode pertama sampai periode kedua kepala desa lama sampai sekarang menjadi penantian bagi masyarakatnya.

"Hingga saat ini, air Sungai Aek Puli yang kerap keruh saat musim penghujan terpaksa dikomsumsi menjadi air minum. Makanya, usulan ini menjadi prioritas bersama lebih kurang seribu jiwa penghuni desa. Realisasi usulan tersebut diharapkan segera terwujud mengingat keberadaan aliran Sungai Aek Puli yang bisa diolah dan didistribusikan bagi penduduk sekitar," ujar Sitompul.* (darwin nainggolan)