Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasok Kebutuhan Produsen Mobil Listrik, GRP Ekspor Baja ke AS

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Pelepasan Ekspor Besi Baja Ke Amerika Serikat oleh PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) di Cikarang Barat, Senin (21/3/2022). suaratani.com - ist

SuaraTani.com – Cikarang| Industri baja merupakan salah satu sektor yang strategis atau disebut sebagai “mother of industries” karena beperan penting dalam memasok kebutuhan bahan baku bagi banyak sektor industri lainnya. Di antaranya adalah sektor konstruksi, alat transportasi, alat berat, elektronik, dan alat pertahanan.

“Melalui penerapan industri 4.0 di Indonesia, industri baja di Tanah Air harus bisa menjadi leader dalam inovasi dan peningkatan kemampuan untuk memenuhi material dasar bagi industri penggunanya. Dengan begitu, bisa memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan produk yang dihasilkan negeri lain,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Pelepasan Ekspor Besi Baja Ke Amerika Serikat oleh PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) di Cikarang Barat, Senin (21/3/2022).

GRP melakukan ekspor baja struktur ke Casa Grande, Arizona-Amerika Serikat. Tepatnya ke perusahaan industri mobil elektrik, Lucid Motors. Dalam kesempatan tersebut, Menperin melepas ekspor produk jenis structural beam sebanyak 700 MT senilai US$1 juta. 

“Untuk melakukan ekspor ke Amerika Serikat, dibutuhkan sertifikasi yang memadai. Produk yang hari ini dikirim sudah memenuhi sertifikat dari beberapa agensi internasional yang tidak mudah untuk diperoleh. Suatu kebanggaan bagi kita bahwa anak bangsa bisa melakukan itu,” kata Menperin.

Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk, Abednedju Giovano Warani Sangkaeng menyampaikan, ini merupakan pengiriman trial order untuk pembangunan pabrik Lucid Motors. 

Menurutnya, ekspor kali ini menandakan bahwa produk baja dalam negeri sudah berhasil menembus pasar ekspor ke USA.

Pengiriman baja ke negeri Paman Sam tersebut merupakan upaya perusahaan untuk mencapai target ekspor 2022 senilai US$70 juta. Selain itu, untuk meningkatkan porsi ekspor menjadi 20%, dibandingkan 2021 yang hanya 5%. Tahun 2021 sendiri, nilai ekspor yang dicapai GRP mencapai US$44 juta. 

PT GRP yang berdiri sejak tahun 1970 ini, kata Abednedju, merupakan salah satu perusahaan baja yang memiliki peran strategis pada pengembangan industri baja nasional.  Hal ini ditunjukkan dengan  realisasi investasi PT GRP sampai  tahun 2021 sebesar US$488,71 juta (sekitar Rp7 triliun) dengan memproduksi baja dari hulu sampai hilir. 

Selain penjualan dalam negeri, PT GRP telah melakukan ekspor dengan nilai sebesar US$45 juta atau meningkat dibandingkan tahun 2020 yang mencapai US$28 juta.

Menperin menambahkan, setelah melewati berbagai gelombang dan varian pandemi Covid-19, industri logam dasar berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal IV tahun 2021 sebesar 11,31% atau naik dibanding kuartal sebelumnya yang berada di angka 9,52%. 

“Pertumbuhan sektor ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri nasional. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku industri baja di Tanah Air,” ujarnya. * (desi)