Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Permintaan Masih Lemah, Volume Ekspor Karet Sumut Turun 11,99% di Februari

Petani menyadap pohon karet miliknya di Kabjupaten Deliserdang.Lemahnya permintaan memgakibatkan volume ekspor karet Sumut  di builan Februari turun 11%.suaratani.com-dok

SuaraTani.com - Medan| Volume ekspor karet dari Sumatera Utara  (Sumut) untuk pengapalan di bulan Februari 2022 turun 11,99% menjadi 28.698 ton dibandingkan bulan sebelumnya. 

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, mengatakan, penurunan volume ekspor di periode Januari dan Februari ini masih disebabkan lemahnya permintaan dari konsumen akhir  dan masih adanya sedikit penundaan pengapalan pada Februari. 

"Sementara jika kita totalkan volume ekspor Januari dan Februari tahun ini, maka terjadi penurunan 5,65% menjadi 61.305 ton bila dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama," ujar Edy Irwansyah di Medan, Rabu (9/3/2022). 

Disebutkannya, negara tujuan ekspor pada  Februari ini ada sebanyak 30 negara, dan Rusia merupakan salah satu negara tujuan ekspor karet Sumut. 

Pada Januari yang lalu, ekspor ke Rusia berada pada urutan ke-18 dari 34 negara dengan volume 374 ton. Pada pengapalan Februari ini, Rusia berada pada urutan ke 22 dari 30 negara dengan volume 120 ton. Penurunan volume ini akibat masalah operasional dari pihak perusahaan pelayaran pengangkut karet tidak sampai ke Rusia terkait perang Rusia-Ukraina. 

"Walaupun ada penurunan volume ekspor ke Rusia, dampaknya tidak mempengaruhi kinerja ekspor, karena porsinya kecil ke Rusia, hanya 0,42% pada Februari ini," sebutnya. 

Sementara terkait harga, Edy mengatakan bahwa harga rata-rata karet jenis TSR20 di bursa berjangka Singapura pada bulan Februari mengalami kenaikan 2,1 sen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 179,57 sen AS. 

"Adanya peningkatan harga ini diharapkan dapat meningkatkan transasksi perdagangan di pasar spot," tambahnya. 

Memasuki Maret, kondisi kebun karet Sumut masih akan berada pada musim kering. Keadaan ini, kata dia, akan mepengaruhi produksi kebun karet dan kinerja ekspor bulan Maret diperkirakan masih stagnan. *(ika)