Konsumsi pertalite hampir 80% diantara BBM jenis Bensin lainnya seperti Pertamax,
Pertamax Turbo dan Premium. Kondisi tersebut telah terjadi sejak tahun
lalu. Saat ini, Pertalite telah menjadi BBM andalan bagi mayoritas
masyarakat Indonesia.
"Itu berdasarkan realisasi tahun lalu. Keberadaan Pertalite saat ini menjadi paling penting karena menjadi tulang punggung BBM bagi masyarakat," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta (11/3/2022).
Dikatakannya, konsumsi pertalite relatif meningkat tiap tahun. Tahun 2017 hingga tahun 2021 konsumsi pertalite berturut-turut sekitar 14,5 juta kili liter (KL), 17,7 juta KL, 19,4 juta KL, 18,1 juta KL dan 23 juta KL.
"Tahun 2020 konsumsi pertalite turun karena pandemi Covid-19. Namun, tahun 2021 konsumsinya meningkat lagi hingga 23 juta KL. Sedangkan tahun ini diproyeksikan pada kisaran 23 juta KL," jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan harga minyak dunia saat ini masih tinggi. Harga minyak Brent harian kemarin sempat lebih dari US$130/barel.
"Perkembangan harga minyak dunia terus kita monitor dan antisipasi dampaknya. Yang jelas meskipun harga minyak dunia terus naik, harga BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat harus tetap dijaga untuk melindungi daya beli masyarakat," kata Agung menambahkan.
Agung mengatakan, adapun perkembangan harga minyak mentah Indonesia atau ICP relatif meningkat tiap bulan. Sejak Desember 2021 sampai Februari 2022 harga ICP masing-masing sebesar US$73,4/barel, US$85,9/barel dan US$95,7/barel. Sedangkan untuk bulan Maret 2022 angka sementara rata-rata sampai tanggal 10 sebesar US$119,86/barel. * (jasmin)

