SuaraTani.com – Deliserdang| Harga jual daging sapi yang melonjak justru tidak ikut dinikmati peternak sapi lokal di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Peternak mengaku masih harus menutupi pembelian pakan yang sudah lebih dahulu melonjak beberapa bulan lalu.
Ketua Kelompok Tani Enggal Mukti Deliserdang, Sugito, mengatakan pembeli saat ini lebih memilih membeli daging beku, sehingga berdampak pada penjualan daging segar.
“Karena mahalnya harga daging segar tidak lagi terjangkau konsumen. Yah dampaknya, penjualan ternak sapi hidup jadinya berkurang,” ujar Sugito saat dihubungi, Jumat (4/3/2022).
Sugito menyebutkan, penurunan pembelian ternak sapi hidup sudah mulai terasa pada 2021, dan diperparah dengan merebaknya varian Omicron.
“Karena kan pesta-pesta dilarang, kumpul-kumpul juga dilarang. Dari situ juga pengaruh kali buat kami penyedia daging segar,” sebutnya.
Dijelaskan Sugito, saat penjualan menurun, peternak juga terkendala harga bibit dan pakan yang mahal. Apalagi saat ini, peternak tidak bisa lagi menggembala ternaknya seperti dulu, sehingga harus memberikan pakan tambahan.
“Yang biasanya cukup dengan limbah jagung dengan tanaman king grass, sekarang tidak lagi memadai. Biaya lebih tinggi daripada sebelum-sebelumnya. Per ekor itu butuh pakan 30% dari berat badan ditambah airnya. Kalau tidak cukup, berarti ternak tidak akan gemuk,” pungkasnya. *(ika)

