SuaraTani.com – Sidoarjo| Petrokimia Gresik siap menjamin ketersediaan pupuk non-subsidi dalam Program Makmur Kementerian BUMN untuk petani tebu di Jawa Timur (Jatim) yang disosialisasikan oleh Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (12/3/2022).
Kecamatan Tulangan sendiri masuk ke dalam area program Makmur yang dijalankan PT Petrokimia Gresik diprovinsi Jawa Timur.
Arya menjelaskan, program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker dan pemerintah daerah.
Dengan demikian Program Makmur mampu menjadi solusi untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi para petani.
“Tujuannya supaya para petani semakin sejahtera dengan cara mendapat pendanaan, dapat pupuk, kalau gagal panen dikasih asuransi, kemudian dana pengelolaan lahan, lalu ada yang beli offtaker-nya,” ungkap Arya.
Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia menjadi project leader pelaksanaan Program Makmur di sebagian besar wilayah Jawa Timur, sekaligus
bertanggung jawab menyuplai ketersediaan pupuk non-subsidi bagi petani yang tergabung dalam progam Makmur.
“Sudah pasti kita menyarankan tidak pakai pupuk subsidi, karena dari pupuk non-subsidi ini diharapkan produktivitasnya naik 40 hingga 60 persen dibandingkan biasanya,” kata Arya.
Terpisah, merespon Staf Khusus III Menteri BUMN, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, dalam siaran pers yang diterima SuaraTani.com, Jumat (18/3/2022), menyatakan siap menjamin ketersediaan pupuk non-subsidi untuk mendukung program Kementerian BUMN dalam memajukan usaha rakyat.
“Tidak hanya itu, kami juga akan menyuplai pestisida melalui anak perusahaan, sekaligus memberikan kawalan edukasi pemupukan berimbang melalui layanan Mobil Uji Tanah. Sehingga petani bisa mengetahui kondisi lahan dan mendapat rekomendasi formula pupuk yang tepat untuk bertani di lahan tersebut,” jelas Dwi Satriyo.
Dwi Satriyo mengungkapkan, kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan agro-input dan instrumen pendukung pertanian lainnya sudah sepatutnya diperoleh petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ketika produktivitas meningkat dan hasil pertanian terserap dengan baik, maka harapannya kesejahteraan petani dapat meningkat dan stok pangan nasional juga terjaga,” imbuhnya.
Program Makmur yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir sejak Agustus 2021 ini telah diikuti oleh 50.054 orang petani dan terlaksana di atas lahan seluas 71.612 hektare sampai akhir 2021 dengan berbagai komoditas.
Program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas komoditas jagung sebesar 34,91%, dan padi sebesar 33,71%. Sementara dari sisi penghasilan atau keuntungan petani jagung naik 48,07% dan petani padi naik 44,92%.
Petrokimia Gresik sendiri telah melaksanakan Makmur di atas lahan seluas 26.257 hektare yang tersebar di Jawa Barat 4.535 hektare, Jawa Tengah dan Yogyakarta 2.070 hektare, Jawa Timur 10.593 hektare, Bali Nusa 4.077 hektare, Sumatera 2.738 hektare, Kalimantan 1.723 hektare, dan Kalimantan 521 hektare.
Adapun jumlah petani yang terlibat hingga Februari 2022 sebanyak 13.655 orang, dengan rincian garapan padi seluas 5.770 hektare, jagung 3.976 hektare, tebu 13.775 hektare, kelapa sawit 2.244 hektare, bawang merah 15 hektare, dan hortikultura 477 hektare. * (junita sianturi)

