Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

April, Sumut Kembali Berpeluang Alami Inflasi

Pedagang sayur mayur di pasar tradisional. Di bulan April, Sumut diprediksi masih mengalami inflasi.suaratani.com-dok

SuaraTani.com – Medan| Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mrmperkirakan inflasi di  bulan April 2022 akan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya pada komponen volatile food (komoditas hortikultura dan perikanan) seiring dengan melimpahnya pasokan (musim panen) yang juga didukung dengan cuaca yang baik. 

“Tetapi secara keseluruhan di tahun 2022, inflasi Sumatera Utara diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun 2021, namun masih dalam rentang sasaran 3%±1%,” ujar Kepala BI Perwakilan Provinsi Sumut, Doddy Zulverdy di Medan, Rabu (27/4/2022).

Peningkatan inflasi ini menurut Doddy  didorong oleh pemulihan ekonomi, tercapainya herd immunity, penanganan pandemi Covid-19 yang semakin baik, serta mobilitas masyarakat, dan permintaan yang meningkat. 

“Berbagai potensi sumber tekanan inflasi, baik dari internal maupun eksternal, perlu menjadi perhatian untuk menjaga pengendalian inflasi tahun 2022,” sebutnya.

Secara terpisah, pemerhati ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa di bulan April, Sumut berpeluang mencetak inflasi di atas 0,4%.  Prediksi ini belum mempertimbangkan harga di sisa bulan April menjelang Idulfitri, yang masih berpeluang untuk naik. 

Melihat kinerja sejumlah harga kebutuhan pokok khususnya sembako, pada dasarnya di bulan April ini komoditas cabai menjadi penyumbang terbesar deflasi. Untuk cabai merah saja, sejauh ini harganya mengalami penurunan sekitar 55% hingga 60%, jika dibandingkan rata-rata harga cabai merah di bulan lalu.

Sementara cabai rawit mengalami penurunan berkisar 20%-an di bulan ini. Bawang merah juga sama, rata rata di bulan ini mengalami penurunan sekitar 10%. 

 Sementara komoditas lainnya seperti daging ayam, daging sapi, minyak goreng, gula pasir harganya konsisten mengalami kenaikan dari hari ke hari. Bahkan untuk komoditas daging ayam, dikhawatirkan harga rata rata di bulan depan, masih bisa lebih mahal dibandingkan dengan rata rata di bulan ini.  Untuk harga daging ayam yang saat ini dijual dikisaran Rp36 ribu hingga Rp38 ribu per kg, pada dasarnya di bulan ini mengalami kenaikan berkisar 9 hingga 10%.

Untuk daging sapi kenaikannya masih dikisaran angka 0,7%, sementara untuk gula pasir naik sekitar 7%, dan minyak goreng harganya naik sekitar 11%. 

“Dari komoditas pangan, saya menghitung Sumut masih berpeluang mencetak inflasi kecil, belum lagi dari sejumlah kebutuhan hidup lainnya, yang sejauh ini terpantau juga mengalami kenaikan,” sebutnya.

Sama seperti halnya prediksi BI, Gunawan juga menilai laju inflasi hingga tutup tahun bisa meroket, dengan melihat tren harga energi dunia ditambah dengan harga komdoitass pangan global.

“Terlebih ada wacana pemerintah untuk kembali menyesuaikan harga BBM maupun LPG,” tutup Gunawan. *(ika)