Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bobby Nasution Minta Kepolisan dan TNI Berantas Aksi Premanisme

Wali Kota Medan Bobby Nasution menghadiri acara undian E-Parking berhadiah di Kantor Dishub Medan, Kamis (21/4/2022) sore. suaratani.com - ist

SuaraTani.com - Medan| Wali Kota Medan Bobby Nasution gerah dengan aksi premanisme yang belakangan marak di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Terbaru, seorang warga Medan Labuhan tewas dibunuh kelompok Geng Motor di Kawasan Sei Mati Medan Labuhan tak jauh dari Simpang Kantor. Informasi terbaru, tiga pelaku sudah diamankan yang merupakan remaja di bawah umur.

Saat menghadiri acara undian E-Parking berhadiah di Kantor Dishub Medan, Kamis (21/4/2022) sore, Bobby Nasution dengan tegas meminta pihak kepolisian dan TNI membantu memberantas aksi premanisme di Kota Medan.

"Premanisme harus dihilangkan dari wajah Kota Medan. Saya harap dukungan kepolisian dan TNI, agar aksi premanisme itu ditindak tegas. Ini bukan keluhan Pemko Medan, tapi ini sudah menjadi keinginan masyarakat. Tindak tegas yang buat masyarakat tak nyaman," tegas Bobby Nasution.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Medan, Bobby bahkan sudah menghubungi Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra untuk berkoordinasi.

"Saya tadi sudah telepon Kapolda Sumut minta Polrestabes Medan agar bekerjasama untuk sama-sama fokus memberantas aksi premanisme. Karena belakangan ini sudah banyak korban kriminalitas," lanjut Bobby Nasution.

Bobby juga memikirkan para warga yang akan mudik tahun ini agar aman dan nyaman saat berada di terminal-terminal.

"Saya sudah perintahkan Kadishub agar di terminal-terminal itu aman dan nyaman. Saat saya jenguk anggota Babinsa yang dibacok preman di terminal Pinang Baris bersama Pak Dandim, beliau sudah siap menurunkan personelnya. Tinggal kepolisian, mudah-mudahan bisa sama-sama dengan kami menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, apalagi ini sudah boleh mudik," ujar suami Kahiyang Ayu ini.

Ke depan, Bobby Nasution berharap aksi premanisme di Medan terlebih di terminal-terminal tak ada lagi untuk selamanya. Walau dari informasi yang didapat, hal itu tidak akan mudah, namun Bobby optimis.

"Kalau kita bersama, dan berani bertindak tegas tak ada yang sulit. Kita harus beri tindakan tegas. Saya juga mendorong agar celah premanisme, pungli bisa dikurangi dengan menggalakkan digitalisasi pembayaran. Pokoknya sebelum lebaran ini kita berantas dulu premanisme," pungkas Bobby. * (wulandari)