Petani mengumpulkan karet hasil sadapan dari kebun karet miliknya di Tapanuli Selatan. Harga karet di tingkat global masih terus mengalami penurunan.suaratani.com-ist SuaraTani.com – Medan| Harga karet jenis TSR20 di bursa berjangka Singapura pada April ini terus mengalami penurunan.
Harga penutupan pada 1 April tercatat 174,8 sen AS per kg, sementara harga tertinggi terjadi pada 5 April sebesar 177,3 sen. Pada hari-hari berikutnya terus mengalami penurunan hingga pada 25 April harga berada pada 161,4 sen AS.
“Ini menunjukkan ada penurunan 10% dari harga tertinggi,” ujar Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara (Sumut), Edy Irwansyah di Medan, Selasa (26/4/2022).
Edy menyebutkan ada dua penyebab utama penurunan harga karet di pasar global. Yang pertama karena China kembali lockdown untuk mengendalikan Covid-19. Posisi China sebagai konsumen nomor 1 dunia, memunculkan konsekuensi harga di pasar global akan berpengaruh jika permintaan berkurang.
Penyebab kedua adalah harga karet dari Thailand yang lebih murah dibandingkan negara produsen karet alam lainnya. Keadaan ini mengakibatkan pembeli dari industri ban besar lebih banyak membeli ke negeri ini.
“Dan ini juga diperparah dengan fakta bahwa produktivitas karet Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia,” sebutnya.
Pada Selasa sore ini harga TSR20 di SGX masih terpantau adanya penurunan. Untuk kontrak Mei 2022 pada pukul 2.20 tercatat 161,1 sen per kg. Diperkirakan harga pada bulan depan masih stagnan. *(ika)

