Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dampak Libur Panjang, Harga Cabai Merah Naik

Pembeli memilih tomat yang di salah satu kios milik pedagang di Pasar Pusat Pasar. Libur akhir pekan yang cukup panjang mendorong kenaikan harga sejumlah komoditi.suaratani.com-dok


SuaraTani.com – Medan| Harga cabai merah di akhir pekan kembali mengalami kenaikan. Mengacu kepada data PIHPS pada hari ini, harga cabai merah terpantau masih sama dengan harga pada akhir pekan kemarin di kisaran angka Rp30 ribuan per kg. 

Kenaikan harga cabai merah ini terjadi saat hari Sabtu yang mengindikasikan adanya kemungkinan dipicu oleh libur panjang akhir pekan.

Selain cabai merah, harga bawang merah menurut pemerhati ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin juga terpantau mengalami kenaikan. Harga bawang merah saat ini dijual di kisaran Rp30 ribuan per kg, dari sebelumnya dijual di kisaran angka Rp27 ribuan per kg. 

“Faktor pemicu kenaikan harga bawang merah tidak ubahnya faktor yang sama pemicu kenaikan harga cabai merah,” kata Gunawan Benjamin di Medan, Senin (18/4/2022).

Libur 3 hari di akhir pekan kemarin, dimulai sejak libur Paskah membuat petani tidak banyak beraktifitas di ladang. Hal tersebut memicu terjadinya penurunan stok, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga. Ia menilai bahwa kenaikan dua komoditas tersebut bisa saja bersifat sementara. 

“Kita lihat dalam satu atau dua hari kedepan,” sebutnya.

Karena sejauh ini, dari pemantauan di lapangan, sudah terjadi kenaikan stok khususnya untuk cabai merah. Jadi harga yang naik dalam 3 hari terakhir itu belum mencerminkan titik keseimbangan harga cabai itu sendiri. Masih ada banyak stok cabai maupun bawang di tingkat petani yang bisa saja dalam waktu dekat kembali membanjiri pasar tradisional.

Selain dua komoditas tersebut, pada hari ini terpantau terjadi kenaikan harga daging ayam yang dijual di kisaran Rp33 hingga Rp34 ribu per kg. Kenaikan harga daging ayam ini tentunya dipicu oleh faktor yang berbeda. Saat ini telah terjadi kenaikan harga pakan ternak yang membuat harga daging ayam mengalami kenaikan.

Biaya produksi daging ayam naik cukup signifikan dalam beberapa bulan terkahir. Di lapangan, daging ayam yang dijual pada dasarnya memiliki ukuran yang besar. 

Sebelumny asaat daging ayam dengan ukuran besar membanjiri pasar, harganya bisa dikisaran Rp24 ribu hingga Rp26 ribu per kg, namun saat ini kondisinya berbeda.

Sekalipun ukuran daging ayam cukup besar, tetapi harga tetap bertahan mahal bahkan trennya naik. Jadi pemicu kenaikannya adalah tingginya biaya produksi, bukan karena demand and supply. 

“Kenaikan harga daging ayam ini sulit jika digiring untuk turun. Karena harga keekonomian daging ayam sudah mengalami kenaikan yang cukup tajam dalam setahun terakhir,” tambahnya.

Untuk harga keekonomian daging ayam sendiri masih dalam tahapan kajian saya. Karena telah terjadi penyesuaian harga pakan ternak yang mulai berlaku di awal pekan ini. 

“Dan ketetapan harga tersebut juga masih harus melihat sejumlah faktor lain, yakni peternak yang bermitra dengan perusahaan, atau peternak mandiri. Karena biaya produksi dari dua jenis peternak tersebut juga tidak sama,” tutupnya. *(ika)