Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

DSI Fokus Olah 12 Tanaman Menjadi Serat

Masker berbahan baku ulap doyo. Hingga saat ini, ada 12 tanaman yang difokuskan untuk diolah menjadi serat oleh Dewan Serat Indonesia.suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Medan| Bagi sebagian orang, mungkin tanaman nanas hanya bermanfaat untuk menghasilkan buah nanas semata. Tetapi di tangan Dewan Serat Indonesia (DSI), ada bagian lain dari tanaman nanas yang bisa dimanfaatkan. 

“Daun nanas itu bisa diolah untuk menjadi serat dan kemudian diproduksi menjadi bahan baku fesyen, seperti rompi dan juga selendang,” ujar Sekretaris Dewan Serat Indonesia (DSI), Talitha Salsabila saat dihubungi, Kamis (14/4/2022).

Talitha menyebutkan, awal pertama daun nanas diolah menjadi serat itu dilakukan Alan, seorang pengrajin di Kabupaten Subang pada tahun 2018, kemudian dikembangkan di DSI sejak tahun 2020. 

“Dan beliau juga sudah memasok ke perusahaan tekstil di Bandung,” sebutnya. 

Tak hanya daun nanas, tandan kosong sawit menurut Talitha juga bisa diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti pot bunga dan juga sepatu. 

“Untuk produk yang ini masih dikembangkan di Riau. Dan mereka sudah mulai kalau tidak salah sejak tahun 2016 lalu,” tambahnya. 

Ditambahkannya, saat ini DSI memfokuskan di 12 tanaman yang bisa diolah menjadi serat yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai produk kerajinan. 

“Sedangkan untuk tahun ini, kami fokus ke 3 tanaman, yakni daun nanas, kenaf dan ramie,’ tambahnya. 

Untuk kenaf dan ramie sendiri lanjut Talitha, tak hanya batang saja yang dimanfaatkan untuk dijadikan, tetapi bunga hingga biji juga diolah menjadi produk makanan. 

“Ada yang diolah menjadi mie dan juga kopi yang memanfaatkan bijinya,” terang Talitha yang bergabung di DSI sejak 2020 lalu. 

12 jenis tanaman yang dikembangkan untuk menghasilkan serat yakni, bambu, eceng gondok, serabut kelapa, daun nanas, ramie, kenaf, ulap doyo, biduri, abaka, sisal, tandan kosong sawit, dan juga pandan laut.

Saat ini, DSI yang berdiri sejak Januari 2019 memiliki 3 cabang, yakni  dii Jakarta, Bandung dan Yogyakarta dengan anggota sebanyak 93 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. *(ika)