Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pekan Ini, IHSG dan Rupiah Diprediksi akan Baik-Baik Saja

Grafik pergerakan emiten saham di bursa efek Indonesia. Di pekan ini kinerja IHSG dan Rupiah diperkirakan akan baik-baik saja menyusul prediksi Bank Indonesia akan tetap mempertahankan suku bunga acuan.suaratani.com-dok

SuaraTani.com – Medan| Bank Indonesia (BI) sejauh ini dinilai masih akan bersikap dovish meskipun ada ancaman inflasi tinggi baik yang terjadi secara global maupun nasional. Sikap dovish BI sejauh ini memang belum memberikan tekanan pada kinerja pasar keuangan, khususnya bagi IHSG dan Rupiah. 

Kinerja pasar keuangan masih bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, meskipun tekanan hebat terjadi pada pasar keuangan regional asia.

Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin memperkirakan BI sampai saat ini masih akan mempertahankan besaran suku bunga acuannya, meskipun terjadi tren kenaikan pada suku bunga acuan di negara lain. 

Di pekan ini, BI akan memutuskan besaran suku bunga acuannya, namun ekspektasi bahwa BI akan tetap mempertahankannya di level 3.5% berpeluang besar akan terjadi.

“Dan ekspektasi tersebut jika benar-benar terjadi juga tidak akan berpengaruh banyak bagi pasar keuangan kita. Yang dilihat pasar keuangan selama sepekan kedepan adalah kinerja ekonomi China serta pandangan IMF terkait dengan perkembangan ekonomi dunia. China ekonominya diperkirakan akan tetap tumbuh, sementara di sisi lain, IMF akan memberikan kabar buruk terkait dengan kemungkinan adanya ancaman krisis ekonomi global,” sebut Gunawan di Medan, Minggu (17/4/2022).

Dikatakannya, perang dan kenaikan harga komoditas pangan global memang telah menyeret banyak negara untuk masuk kedalam jurang krisis, tanpa terkecuali Indonesia. 

Terkait dengan sejumlah agenda tersebut, ia menilai pasar keuangan di awal pekan mungkin masih mampu bergerak di teritori positif. Tetapi semuanya bisa saja berubah seandainya ada hal lain yang tak terduga terjadi selama sepekan.

“Pelaku pasar tidak akan begitu mengkuatirkan kebijakan BI yang diperkirakan akan tetap memeprtahankan suku bunga acuannya. Tetapi sentiment eksternal yang berkembang sejauh ini menggiring kepada kemungkinan tekanan pada pasar keuangan kita,” pungkasnya. *(ika)