Petugas menyiapkan kandang jebak berisikan kambing hidup sebagai upaya menangkap harimau sumatera yang kerap berkonflik dengan masyarakat Desa Sei Serdang Kecamatan Sei Batang Serangan Kabupaten Langkat.suaratani.com-ist
SuaraTani.com – Medan| Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) memasang kandang jebak untuk menghentikan gangguan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) khususnya di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat.
Pemasangan kandang jebak ini untuk menindaklanjuti surat yang dikirimkan Kepala Desa Sei Serdang tertanggal 13 April 2022 perihal Permohonan Penyelesaian Konflik Manusia dan Satli Harimau, yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumut.
Permohonan yang sama juga disampaikan oleh Camat Batang Serangan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumut, melalui suratnya Nomor : 031-169/BS/2022, tertanggal 14 April 2022, perihal Harimau Sumatera Mangsa Ternak Masyarakat di Desa Sei Serdang.
Pelaksana tugas Kepala BBKSDA Sumut, irzal Azhar mengatakan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pemasangan kandang jebak yang dilakukan pada tanggal 19-21 April 2022, di areal perkebunan kelapa sawit PT. Prima, Kecamatan Batang Serangan.
Di areal tersebut, harimau kerap muncul dan bahkan memangsa ternak peliharaan warga. Tidak hanya memasang kandang jebak, petugas juga rutin melakukan patroli dan memberikan sosialisasi kepada warga agar tetap waspada serta menghindari tindakan/perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun keselamatan satwa liar, termasuk Harimau Sumatera.
“Semua upaya ini kami lakukan sebagai bentuk pendampingan agar warga merasa tenang dan aman,” sebut Irzal dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/3/2022).
Diihubungi terpisah, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbet Aritonang mengatakan, sejak dipasang, hingga saat ini belum ada tanda-tanda harimau sumatera mendekat ke kandang.
“Kami memonitor sekitar lokasi dan pemasangan camera trap. Lokasi berada di dalam areal perkebunan kelapa sawit PT Prima,” sebut Herbet melalui pesan singkat.
Ditambahkannya, saat ini kandang jebak masih terpasang di 1 lokasi, dan rencananya akan ditambahkan utk memantau keberadaan harimau sumatera.
Kandang jebak yang terpasang dengan umpan kambing hidup ini direncanakan akan terpasang selama 2 minggu ke depan.
“Setelah itu akan kami evaluasi untuk tindak selanjutnya, apakah menambah kandang jebak atau memindahkan kandang jebak ke lokasi yg terpantau ada temuan jejak baru dari harimau tersebut,” tambahnya.
Herbert mengakui, jika potensi konflik di lokasi yang masuk dalam areal perkebunan beberapa perusahaan perkebunan seperti PTPN 2, PT Prima, PT PISS, PT BTL, Perkebunan Puskopad, PT Richard sangat tinggi. Sebab, di sepanjang areal perkebunan ini ada punggungan bukit yang sangat curam dan sebenarnya tidak layak untuk ditanami.
"Punggungan bukit ini menjadi koridor satwa dari kawasan TNGL, HPT dan APL," pungkasnya. *(ika)

