SuaraTani.com – Karo| Staf Khusus III Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, mensosialisasikan program Makmur kepada petani di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), baru-baru ini.
Program Makmur yang diluncurkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Agustus 2021 ini memberikan banyak manfaat pada petani tanah air untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani.
“Program Makmur yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini bisa dimanfaatkan para masyarakat petani Kabupaten Karo, yang sekitar 75% merupakan petani. Saya sudah keliling ke 11 titik Makmur dan ternyata Karo belum masuk program Makmur," kata Arya dalam keterangan persnya kepada sejumlah media, Sabtu (9/4/2022).
Adapun acara sosialisasi Program Makmur tersebut dihadiri petani hortikultura, petani serewangi, petani jagung, petani kopi, dan petani binaan Bank BRI.
Arya mengatakan, program Makmur merupakan salah satu upaya dan solusi yang diberikan pemerintah kepada petani tanah air untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani.
Makmur menjadi solusi bagi petani lantaran program ini merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.
"Program Makmur ini bisa bantu petani Karo untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Terbukti kita di Karawang peningkatan produktivitasnya mencapai 30 persen," kata Arya.
Selain itu, lanjut Arya, Program Makmur juga mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi para petani, yakni mengenai ketersediaan pupuk.
“Melalui program Makmur ini, kebutuhan pupuk petani akan lebih terjamin, apalagi pupuk yang dimanfaatkan merupakan non subsidi atau komersil,” jelasnya.
Untuk Kabupaten Karo, Arya menawarkan Program Makmur dilaksanakan di atas lahan seluas 200 hektare untuk komoditas jagung.
Arya meminta kepada BUMN yang terlibat dalam program Makmur khususnya Pupuk Indonesia untuk menindaklanjuti acara sosialisasi ini. Dia berharap para petani di Kabupaten Karo dapat bergabung dalam program Makmur ini.
"Setelah pertemuan ini, langsung saja Pupuk Indonesia bersama dengan ID Food, BRI, Jasindo untuk follow up. Ada petani yang tadi minta untuk uji tanah dan petani yang kesulitan pendanaan. Supaya makin banyak lagi petani yang terbantu dengan program Makmur," ungkapnya.
Hingga Maret 2022, program Makmur telah dilaksanakan di atas lahan seluas 92.884 hektare dan diikuti 37.818 orang petani yang tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumut, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara.
Dari lahan seluas 92.884 hektare ini, terdiri dari beberapa komoditas seperti padi di lahan seluas 18.212 hektare yang diikuti 15.625 petani. Sawit seluas 47.102 hektare dan diikuti 10.643 petani. Tebu seluas 17.721 hektare dan diikuti oleh 5.753 petani.
Selanjutnya, komoditas jagung di lahan seluas 7.596 hektare dan diikuti 2.932 petani. Hortikultura di lahan seluas 1.955 hektare dan diikuti 2.589 petani. Perkebunan rakyat di lahan seluas 298 hektare dan diikuti 276 petani. * (junita sianturi)


