SuaraTani.com – Teluk| Mengkudu| Dua distributor pupuk bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut), melakukan sosialisasi Administrasi Pupuk Bersubsidi dan Sosialisasi RMS Pupuk Non Subsidi. Sosialisasi dilakukan terhadap kios binaan Hanim Setia Cemerlang (HSC) dan Bedagai Agro Sejati (BAS), Selasa (14/6/2022), di Dangau Tunas Harapan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
“Sosialisasi ini kami lakukan terhadap kios-kios pengecer yang merupakan mitra kerja kami dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Serdangbedagai,” kata Rismauli Nadeak selaku Distributor Pupuk CV Bedagai Agro Sejati didampingi Distributor Pupuk CV Hanim Setia Cemerlang, Ibnu H Sumantri, kepada SuaraTani.com, Rabu (15/6/2022), di Medan.
Menurut Rismauli, kios yang hadir dalam kegiatan sosialisasi itu berasal dari enam kecamatan di Sergai, yakni Kecamatan Perbaungan, Teluk mengkudu, Pantai Cermin, Serbajadi, Pegajahan dan Kecamatan Bintang Bayu.
“Keenam kecamatan ini merupakan wilayah kerja kami (HSC dan BAS) selaku distributor pupuk bersubsidi,” jelas Rismauli.
Selain kios kegiatan tersebut juga kata Rismauli Nadeak, dihadiri Mantri Tani, perwakilan dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) selaku produsen pupuk subsidi jenis Urea, yakni Fiqih dan Sufi.
Dikatakannya, distributor melakukan sosialisasi ini agar kios binaan mereka lebih tertib lagi dalam penyaluran pupuk subsidi terutama dalam membuat laporan agar tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Karena distributor tidak memberikan pupuk bila laporan penebusan sebelumnya belum diselesaikan kios. Sehingga kios yang lambat akan mendapatkan pupuk nya lambat juga. Setiap pupuk yang disalurkansegera di tpuber jangan tunggu sampai habis bulan,” terang Rismauli.
Apalagi, lanjut dia, laporan yang dibuat langsung terkoneksi ke pusat dalam hal ini Kementan. Sehingga pusat mengetahui berapa banyak pupuk yang telah tersalur dan berapa sisa pupuk yang belum tersalur.
“Jadi, tujuan sosialisasi ini dibuat supaya kios benar-benar menjalankan administrasi dalam laporan secara t-pubers,” tambah Ibnu.
Aplikasi t-pubers lanjut Ibnu, digunakan untuk transaksi penebusan pupuk bersubsidi. Di mana dalam penerapannya di lapangan, masih banyak kios yang belum mengerti menggunakan aplikasi tersebut. Pemilik kios sebagian besar mengandalkan anaknya untuk melakukan pelaporan. Akibatnya, laporan sering terlambat dilakukan.
“Inilah yang menjadi kendala bagi kami dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Itu tadi, bila kios terlambat membuat laporan maka pupuk pun terlambat disalurkan distributor. Kami harap, kegiatan sosialisi yang kami lakukan dapat dimengerti kios pengecer,” jelasnya.
Lebih lanjut Rismauli mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan tidak hanya mengenai Administrasi Pupuk Bersubsidi tapi juga mengenai RMS (Retail Managemen System) Pupuk Non Subsidi.
Dimana sosialisasi RMS ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kios mahir dalam memesan pupuk non subsidi retail yang harganya lebih murah dari harga pupuk corporate. Sebab, pemerintah telah melakukan pengurangan pupuk subsidi. Karena itu, kekurangan pupuk itu ditutupi dengan menggunakan pupuk non subsidi.
Sementara itu, Perwaklan dari PT PIM, Fiqih mengatakan, kegiatan sosialisasi ini untuk membantu kios dalam penyusunan administrasi. Sebab, bila administrasi terlambat maka penebusan pupuk juga terlambat.* (junita sianturi)


