Camat Pahae jae Redianto Sinaga beserta staf kantor camat berfoto bersama dengan tim penilai kecamatan terbaik, Rabu (6/7/2022).suaratani.com-darwin nainggolanSuaraTani.com – Taput| Dalam mendukung terwujudnya visi misi Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan, khususnya dibidang pertanian dan sumber daya manusia berkualitas, Kecamatan Pahae Jae mengandalkan beberapa inovasi dan terobosan-terobosan.
Hal itu dipaparkan Camat Pahae Jae, Redianto Sinaga, di depan tim penilai kecamatan terbaik tingkat Kabupaten Tahun 2022, di Aula Kantor Camat Pahae Jae, Rabu (6/7/2022) .
Redianto menyebutkan kalau Bupati Nikson selalu mengingatkan agar camat sebagai pimpinan pemerintahan di kecamatan harus bisa bekerja cepat, tepat dan mengedepankan inovasi-inovasi atau terobosan-terobosan agar penyelenggaraan pemerintahan umum dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal dan maksimal.
Terkait dengan harapan Bupati Taput tersebut, Redianto Sinaga yang dipercaya utk memimpin Pahae Jae sejak Agustus 2021 tersebut mengeluarkan beberapa inovasi, untuk memaksimalkan tercapainya penyelenggaran pembangunan di daerah tersebut.
“Sebagai strategi pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa terkait penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat desa da bidang lainnya, saya mengeluarkan inovasi Klinik Hutanta( desa kita),” ujar Redianto.
Camat bersama tim akan turun langsung ke desa untuk melihat permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah masyarakat, kemudian dibahas bersama dan dilakukan fasilitasi dan pendampingan utk mencari solusi.
Untuk mendukung menyiapkan SDM berkualitas sejak dini, diluncurkan inovasi Gerakan Bersama Membangun (Gabema), sebuah gerakan yang mengajak semua stakeholder seperti masyarakat, perantau dan dunia usaha untuk menunjukkan kepedulian dan dukungan akan program pembangunan yang di lakukan pemerintah .
“Kita menyadari jika pemerintah memiliki keterbatasan khususnya anggaran yang tersedia, maka diperlukan konsep pembangunan berbasis gotong royong, sehingga setiap stakeholder memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap daerah ini,” katanya.
Redianto juga menyebutkan telah melaksanakan kegiatan terkait gerakan tersebut seperti lomba story telling, dan mengadakan turnamen bulutangkis antar siswa SD se-Pahae Jae.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyiapkan SDM berkualitas sejak dini, dan terlaksana atas dukungan semua pihak.
Dalam bidang seni dan budaya, juga telah dibentuk sanggar seni Martumba. Tujuannya untuk melestarikan budaya lokal, serta menumbuh kembangkan minat kaum muda ditengah gempuran budaya luar seperti K-Pop.
“Kita mengajak berbagai pihak seperti kepala sekolah, pecinta seni tumba dan dunia usaha untuk berkolaborasi mewujudkan berdirinya wadah seni dan budaya tersebut,” sebut Redianto.
Di bidang pertanian, juga diluncurkan program Sopo Mangula sebagai wadah berdiskusi dan saling sharing (berbagi) informasi, teknologi dan pengalaman khususnya di bidang pertanian.
Selain memberdayakan penyuluh pertanian, Sopo Mangula sebagai bentuk sekolah lapang, akan juga mengikutsertakan para praktisi praktisi pertanian yg telah berhasil, sehingga menambah semangat petani untuk bertani.
“Kita memahami, bahwa testimoni atau kesaksian orang-orang sukses biasanya mampu memberikan dorongan motivasi sehingga petani semakin giat bekerja, sehingga mendukung terciptanya lumbung pangan,” tambahnya.
Kedepan lanjut Redianto, pihaknya akan terus mengeluarkan inovasi-inovasi yang berbasis kearifan lokal dan potensi daerah tersebut, sehingga mampu mendukung mewujudkan impian Bupati Taput khususnya menjadikan Pahae Jae sebagai lumbung pangan, Terciptanya SDM berkualitas dan tujuan wisata.
Kades Sukamaju, Jasa Sitompul, mengungkapkan bahwa koordinasi di semua stakeholder di Pahae Jae berjalan baik di bawah koordinasi Camat Pahae jae.
Diakuinya, pola kepemimpinan yang diterapkan camat berhasil dan berjalan baik, sehingga program dan kegiatan baik di tingkat kecamatan dan desa berjalan lancar.
"Kami mengapresiasi pak camat, karena selalu hadir membrikan dampingan dan fasilitasi, sehingga potensi munculnya kendala atau maslah yg timbul khususnya dibidang penyelenggaraan pemerintahan desa bisa diminimalisir," ujar Jasa.
Expose Kecamatan Pahae Jae tersebut turut dihadiri Kapolsek Pahae Jae, Danramil 025 Pahae Jae, Kepala UPT/Koordinator, lurah dan kepala desa, Tim PKK kecamatan, serta tokoh adat, tokoh agama, masyarkat dan tokoh pemuda. *(darwin nainggolan)

