Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gelar Fesyar 2022, Persiapan Sumut Jadi Tuan Rumah Fesyar Regional Sumatera 2023

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Doddy Zulverdi saat membuka Fesyar Sumut, Jumat (15/7/2022).suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Medan| Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi antusias warga Sumatera Utara (Sumut) mengikuti gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Sumut 2022. 

Tercatat total peserta terdaftar sebanyak 335 orang dengan kategori Lomba MTQ 105 orang, Kaligrafi 54 orang, Wirausaha Muda Syariah 44 orang, dan Kreasi Busana Muslim 22 orang, yang berkompetisi sejak Juni lalu.

“Dan nantinya panitia akan memilih 15 peserta terbaik dari masing-masing kategori lomba dan akan kembali dikompetisikan untuk mencari kandidat terbaik untuk menjadi wakil Sumatera Utara pada ajang Fesyar Sumatera di Aceh pada Agustus 2022 mendatang,“ ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Doddy Zulverdi saat membuka Fesyar Sumut, Jumat (15/7/2022).

Di hadapan anggota Komisi IX DPR RI, Hidayatullah yang hadir, Doddy Zulverdi menyebutkan, Fesyar Sumut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera Tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Provinsi Aceh pada tanggal 4-6 Agustus 2022 mendatang.

“Dan ini juga menjadi momentum penting dengan ditunjuknya Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah penyelenggara (Host) untuk Fesyar Sumatera pada 2023 tahun depan,” sebutnya. 

Doddy menambahkan, Indonesia diketahui sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar. Secara global, Indonesia menempati peringkat 4, Global Islamic Economic Indicator pada 2021/2022 untuk sektor makanan halal.

Selain itu, Indonesia berhasil menduduki peringkat puncak sebagai negara dengan ekosistem keuangan syariah terbaik global. Salah satu faktornya karena memiliki sektor keuangan sosial syariah yang paling dinamis di antara semua negara di dunia.

“Indonesia juga termasuk negara dengan volume transaksi fintech terbesar dan menempati posisi ke-4 dari 64 negara setelah Malaysia, Arab Saudi, dan UEA,” tambahnya.

Bank Indonesia menurut Doddy secara konsisten terus bersinergi mengimplementasikan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. 

Dalam program pengembangan ekosistem rantai nilai halal, Bank Indonesia terus melanjutkan program kemandirian ekonomi pesantren maupun platform Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia melalui program pendampingan yang intensif agar dapat menembus pasar internasional.

“Sampai dengan 2022 saat ini, tercatat Bank Indonesia (Medan, Pematang Siantar, dan Sibolga) bermitra dengan 27 pesantren dan 25 UMKM IKRA binaan se-Sumatera Utara. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan program pengembangan yang dilakukan,” pungkasnya. *(ika)