Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga TBS Sawit Murah, Petani Sebut Tak Mampu Tutupi Biaya Produksi

Petani mengumpulkan TBS sawit sebelum dibawa ke pabrik untuk diolah menjadi CPO.suaratani.com-dok 

SuaraTani.com – Medan| Masa keemasan harga tanda buah sawit di atas Rp3.000 per kilogram (kg) yang berlangsung selama 6 bulan lebih mulai memudar seiring dengan turunnya harga TBS.  Saat ini, di sejumlah daerah, harga sawit dibanderol di kisaran Rp980/kg. 

Basirun, seorang petani sawit di Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, mengatakan, harga murah ini sudah ia terima sejak dua hingga tiga bulan terakhir. 

“Yah sudah enam kali panen lah. Kan dalam sebulan saya panen dua kali,” ujar Basirun saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (20/7/2022).

Basirun menyebutkan, dengan lahan sawit yang tak luas, dalam sekali panen, ia hanya bisa menghasilkan sekitar 2,5 ton. 

“Dan hasil ini tidak cukup untuk biaya produksi, karena pupuk kan tidak lagi disubsidi,” sebutnya. 

Berbeda dengan Basirun, Binsar Sijabat petani sawit lainnya sedikit lebih beruntung, karena TBS dari kebun yang ia kelola mendapat harga yang lebih baik meski masih di bawah Rp2.000/kg.

“Masih dapat di harga Rp1.300 sampai Rp1.500/kg,” kata Binsar lewat pesan singkat. 

Harga yang lebih baik ini menurut Binsar yang memiliki lahan di Kabupaten Langkat dan Simalungun ini dikarenakan ia menjual langsung ke pabrik.

“Jadi tidak melalui pengepul lagi,” tambahnya. 

Secara terpisah, Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap,  mengatakan, harga TBS di pekan ini mulai membaik jika dibandingkan harga TBS pekan lalu. 

Harga patokan tertinggi TBS di daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini ditetapkan Rp1.510 per kg, naik sekitar Rp200 dibandingkan harga pekan lalu Rp1.306/kg. Sementara harga terendah pekan ini Rp1.030/kg dari pekan lalu berada di angka Rp800/kg. 

“Jika melihat harga di semua daerah penghasil sawit di Sumut, ada yang harganya naik hingga Rp500/kg dibandingkan pekan lalu,” Kata Gus Dalhari. 

Ia menilai, kenaikan harga TBS pekan ini didorong kebijakan penghapusan tarif pungutan ekspor kelapa sawit dan turunannya yang diberlakukan  pemerintah hingga 31 Agustus 2022, meski memang kenaikannya belum terlalu signifikan.

“Karena itu, kami berharap, upaya pemerintah jangan berhenti disini, karena kalau nanti tarif pungutan ekspor berlaku lagi, harga bisa jadi akan jeblok. Jadi harapannya, pemerintah ada formula yang tepat agar harga tidak jatuh lagi," pungkasnya. *(ika)