Pedagang oleh-oleh khas haji dan umrah, saat menata dagangannya, di Pasar Ikan Lama Medan, Sabtu (9/7/2022).suaratani.com-ragSuaraTani.com – Medan| Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak hanya membawa suka cita bagi para jemaah tetapi juga pedagang oleh-oleh.
Dua tahun pasca ibadah haji ditiadakan pemerintah karena pandemi Covid-19, usaha oleh-oleh khas tanah suci di Kota Medan, sangat terdampak, bahkan nyaris gulung tikar. Kini, mereka bisa tersenyum kembali karena usahanya mulai bergeliat.
Seperti yang dikatakan Agus Salim dari Toko H Ahmad Achyar di Pasar Ikan Lama. Ia mengaku di tahun ini ada peningkatan penjualan dibanding dua tahun terakhir karena dampak pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah, ada peningkatan dibandingkan masa pandemi kemarin. Meskipun yang berangkat haji tahun ini tidak banyak dan dibatasi hanya sampai 10 kloter, tetapi permintaan pesanan oleh-oleh khas haji banyak," kata Agus, Sabtu (9/7/2022).
Ia pun mengaku bersyukur karena tahun ini tokonya mulai ramai lagi oleh pembeli, sehingga usahanya dapat berputar. Menurutnya, sejak awal keberangkatan jemaah haji kloter pertama dari Embarkasi Medan pada 12 Juni lalu, pembeli sudah mulai berdatangan, terutama jemaah dari luar kota Medan.
"Sudah banyak yang membeli seperti oleh-oleh makanannya seperti kurma, kismis, kacang arab. Kalau souvenirnya seperti sajadah, ceret, tasbih dan lainnya," sebut Agus.
Diketahui Pasar Ikan Lama Kota Medan menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi untuk membeli oleh-oleh khas dari Tanah Suci karena menjual berbagai kebutuhan bagi jemaah haji atau umroh.
Agus Salim mengatakan, biasa pembeli akan meningkat saat kepulangan jemaah haji meskipun saat ini sudah banyak yang melakukan pemesanan.
"Saya berharap pandemi segera selesai, dan penyelenggaraan ibadah haji dah umrah kembali normal, sehingga pedagang tidak mengalami dampak gulung tikar," ungkapnya. *(rag)

