Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Bertahan Mahal, Harapan Deflasi di Agustus Bakalan Buyar

Pedagang mempersiapkan pesanan pembeli. Di bulan Agustus, Sumut masih berpeluang alami inflasi setelah harga bahan pokok masih bertahan mahal.suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Medan| Gambaran Sumatera Utara (Sumut) mengalami deflasi di bulan Agustus ini sebenarnya sudah terlihat jauh hari di bulan Juli, saat  harga komoditas pangan hortikultura terutama di Kota Medan mengalami penurunan. Misalnya harga cabai merah yang  secara rata rata turun tipis hanya 1%, sementara cabai rawit turunnya sekitar 25%. 

Tetapi saat ini, harga cabai merah di wilayah Sumut masih bergerak dalam rentang Rp75 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram (kg).

Pemerhati ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan, realisasi harga cabai merah tersebut meleset dari ekspektasi sebelumnya, yang memperkirakan harga cabai merah bisa di kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kg di akhir Agustus. Meskipun pada dasarnya pernah dalam rentang harga tersebut, namun cuaca yang kurang mendukung membuat harga cabai masih merah susah turun sejauh ini.

Sementara cabai rawit sejauh ini berkisaran antara Rp37 ribu hingga Rp60 ribu per kg. Bawang merah di bulan ini juga mengalami penurunan sekitar 30%. 

Saat ini bawang merah ditransaksikan di level Rp29 ribu hingga Rp40 ribu per kg di Sumut. Memang tergantung dari kota masing masing, karena memang terdapat perbedaan harga antara Kota Medan dengan kota lain di wilayah Sumut.

Sementara itu daging ayam dan telur ayam rata rata mengalami kenaikan di bulan agustus ini. Masing masing naik sekitar 3% dan 1%. 

“Dari komoditas bahan pangan pokok yang berpeluang menyumbang kenaikan selanjutnya adalah beras. Meskipun kenaikan harganya tipis dan tidak seragam, namun sangat berpotensi turut menambah beban inflasi di bulan Agustus ini,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (30/8/2022).

Jika mengacu kepada realisasi data harga kebutuhan pokok tersebut, kata Gunawan, Sumut pada dasarnya berpotensi besar mencetak deflasi di bulan Agustus. Namun, deflasi yang diperkirakan sangat kecil tersebut masih berpeluang tidak terjadi mengingat ada potensi kenaikan pada sejumlah kebutuhan lainnya. Salah satunya adalah harga BBM non subsidi Pertamina.

Kalau dari harga tiket pesawat sejauh ini memang masih menunjukan harga yang terbilang stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Akan tetapi terkait dengan penurunan harga cabai merah di Agustus yang hanya turun sekitar 1%, ini bisa saja data BPS menunjukkan perbedaan yang pada akhirnya cabai bisa tercatat mengalami kenaikan.

“Saya memperkirakan Sumut berpeluang mencetak inflasi dari kisaran -0.12% hingga 0.2%. Jadi masih ada peluang deflasi pada dasarnya sebesar 0.12%. Namun kemungkinan terbentuknya inflasi juga memiliki peluang yang sama,” pungkasnya. *(ika)