Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wakil Bupati Taput Buka Pelatihan Kader TPK se wilayah Pahae

Wakil Bupati Tspanuli Utara (Taput) yang juga Ketua Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting, Sarlandy Hutabarat, saat membuka pelatihan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), bertempat di Gereja HKI Sarulla Kecamatan Pahae Jae, Senin (29/8/2022).suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Taput| Wakil Bupati Tspanuli Utara (Taput) yang juga Ketua Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting, Sarlandy Hutabarat, didampingi Kepala DPPKBP3A Donna Situmeang, membuka pelatihan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), bertempat di Gereja HKI Sarulla Kecamatan Pahae Jae, Senin (29/8/2022).

Pelatihan yang diikuti oleh 153 kader TPK Stunting ini, turut dihadiri Kepala Dinas PMD Donny Raymond Simamora, Kadis Kesehatan Sudirman Manurung, Kepala Bappedalitbang Luhut Aritonang, Kadis Perkim Budiman Gultom, Kadis Sosial Bahal Simanjuntak, Camat Purbatua Ade Harri Situmorang, Camat Simangumban Albert Tampubolon, Camat Pahae Jae Redianto Sinaga, Camat Pahae Julu Maradu Sitompul beserta para Kepala Desa di sekitar Luat Pahae. 

Sarlandy mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman TPK Stunting dalam menekan angka stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72/2021 dan RAN Pasti, menyangkut  5 kegiatan prioritas dalam program percepatan penurunan stunting, 

“Yakni penyediaan data keluarga berisiko stunting; pendampingan keluarga berisiko stunting; pendampingan catin;  surveilans; dan audit kasus,” ujar Sarlandy.

Pada kesempatan itu, Sarlandy Hutabarat juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme kader TPK mengikuti pelatihan ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada kader-kader TPK dari 4 kecamatan se-Luat Pahae atas semangat dan antusiasmenya dalam mengikuti pelatihan ini. Semoga kita semua tetap semangat untuk mengikuti pelatihan dari awal, pertengahan hingga akhir dan menerapkannya di lingkungan kita masing-masing meskipun jumlah kader TPK belum cukup memadai dibanding jumlah masyarakat," ucap Sarlandy. 

Sarlandy juga menambahkan bahwa tugas pendampingan keluarga untuk menangani stunting ini merupakan pekerjaan kemanusiaan yang mulia. 

"Para Kader TPK Stunting adalah wanita-wanita hebat dari Taput. Pekerjaan kader TPK ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena bersentuhan langsung dengan sisi kemanusiaan. Pekerjaan ibu-ibu TPK stunting sangat krusial untuk mencapai Program Pemerintah menuju Generasi Emas 2045," tambah Sarlandy Hutabarat. 

Untuk itu lanjutnya, Pemkab Taput mendorong  ibu-ibu TPK stunting untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menekan angka stunting, terutama kemampuan di bidang komunikasi.

“Hal ini untuk mempermudah proses pendampingan dan mengajak keluarga untuk menerapkan perilaku hidup sehat," sebut Sarlandy mengakhiri. 

Sementara itu,  Kepala DPPKBP3A, Donna Situmeang, dalam laporannya memaparkan bahwa selain untuk pelatihan, kegiatan ini juga dilakukan untuk verifikasi dan validasi data stunting di Kabupaten Taput. 

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menekan angka stunting dari angka 26,7% hingga ke level 5% pada Tahun 2024 sesuai target RPJMD Kabupaten Taput. Verifikasi dan validasi data stunting dilakukan untuk pemutakhiran data agar dapat diketahui kondisi terkini dari setiap keluarga sasaran," kata Donna Situmeang. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes Medan Prodi D-III Kebidanan Tarutung, Marni Siregar yang hadir sebagai narasumber memberikan penjelasan, pemaparan serta interaksi dua arah kepada peserta pelatihan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan Google Form untuk verifikasi dan validasi data stunting. 

Rangkaian acara juga diisi dengan paparan seluruh perangkat daerah pengampu percepatan penanganan dan pencegahan stunting kemudian dilanjutkan dengan simulasi penyuluhan oleh 4 tim TPK kecamatan saat melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting. *(darwin nainggolan)