Suasana di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan harga BBM diperkirakan akan memberi dampak negatif pada kinerja pasar keuangan.suaratani.com-istSuaraTani.com – Medan| Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi akan memberi tekanan pada IHSG. Meski demikian, membaiknya kinerja bursa saham di sejumlah belahan negara di Eropa dan Amerika akhir pekan kemarin, bisa menjadi pemantik untuk menahan laju pelemahan bursa saham di Asia termasuk di Indonesia. Rilis data ketenagakerjaan AS yang sesuai dengan ekspektasi, menjadi pendorong penguatan bursa di Eropa dan Amerika.
“Namun kenaikan harga BBM juga cukup berpeluang menekan kinerja pasar saham. Meskipun belajar dari yang pernah terjadi sebelumnya, tekanannya hanya akan berlangsung sesaat,” ujar analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin di Medan, Senin (5/9/2022).
Sementara untuk kinerja mata uang Rupiah, menurutnya akan dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa nasional. Sejauh ini potensi tekanan pada mata uang rupiah bisa saja kembali mencuat.
Kenaikan harga BBM berpeluang menekan rupiah hingga ke level 15.000-an per US Dolarnya. Jika cadangan devisa mengalami penambahan yang signifikan, maka menurut Gunawan, pelemahan rupiah akan tertahan.
“Dan rupiah masih berpeluang untuk tetap berada di bawah 15.000 per US Dolarnya. Dan kenaikan harga BBM pada dasarnya bisa membuat permintaan akan US Dolar mengalami penurunan,” katanya.
Untuk sejumlah agenda besar ekonomi selama pekan ini, fokus pelaku pasar akan tertuju pada rapat gubernur bank sentral Eropa atau ECB yang diperkirakan akan menaikkan besaran bunga acuannya. Diperkirakan akan ada kenaikan besaran bunga acuan sebesar 50 basis poin.
Selanjutnya akan ada rilis data ISM Non Manufacturing AS yang diperkirakan akan sedikit melemah.Dan ditambah data inflasi China pada bulan Agustus yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
“Tetapi semua data tersebut diyakini tidak akan merubah kinerja pasar keuangan dalam angka yang besar. Justru langkah yang diambil Rusia yang dianggap blok eropa menggunakan Gas sebagai senjata, atau tensi geopolitik lain yang berpeluang memanas bisa merubah arah pergerakan pasar,” lanjutnya.
Di sisi lain, untuk harga emas dunia diperkirakan akan bergerak terbatas dengan tekanan yang masih berpeluang terjadi. Sejauh ini harga emas masih dikisaran US$1.712 per ons troy. Peluang penurunannya akan tertahan oleh level psikologis US$1.700.
“Jadi saya berkesimpulan emas akan bergerak dalam rentang 1.700 hingga US$1.735 per ons troynya,” pungkasnya. *(ika)

