Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tepung Kelor Sumut Tembus Pasar Australia, Syahrani Devi Akui Kekurangan Bahan Baku

Eksportir Keloria Moringa Jaya, Syahrani Devi memperlihatkan tepung kelor yang mereka produksi dan ekspor ke Australia. suaratani.com - junita sianturi

SuaraTani.com – Deliserdang| Permintaan produk daun kelor olahan berupa tepung kelor semakin meningkat baik dalam maupun luar negeri. Sayangnya, perusahaan kelor di Sumatera Utara (Sumut) kesulitan bahan baku.

PT Keloria Moringa Jaya adalah satu perusahaan yang mengolah daun kelor dengan berbagai produk diantaranya tepung kelor.

Saat ini perusahaan tersebut sudah melakukan ekspor tepung daun kelor ke Australia sebanyak 250 kg.

“Ekspor perdana kita pada bulan Maret 2022 lalu ke Australia sebanyak 50 kilogram (kg),” kata pengusaha Keloria Moringa Jaya, Syahrani Devi kepada SuaraTani.com, Sabtu (17/9/2022), saat mengisi stand pada kunjungan kerja Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan, Jan Samuel Maringka ke kantor Karantina Pertanian Kualanamu, Jalan Dusun Lestari Desa Pasar V, Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Menurut Devi, ekspor daun kelor ke Australia sudah dilakukan lima kali sejak ekspor perdana pada Maret lalu. Bahkan, saat ini pihaknya sedang mengurus sertifikat phytosanitary dari Karantina Pertanian Kualanamu untuk ekspor berikutnya ke Australia.

“Tiap pengiriman beratnya 50 kg. Jadi, total pengiriman sudah lima kali dengan volume seluruhnya 250 kg,” kata Devi.

Dikatakannya, penggunaan daun kelor tidak hanya untuk mencegah stunting saja tapi juga untuk bahan baku obat herbal. 

Seperti di Australia, kata Devi, tepung daun kelor yang diekspor digunakan oleh perusahaan herbal sebagai bahan baku berbagai produk kesehatan yang dikemas dalam kapsul, membuatnya sebagai garam moringa dan lain sebagainya.

Selain Australia, kata Devi, ada beberapa perusahaan dari Jerman dan Belanda yang sudah berkunjung ke lokasi pengolahan daun kelornya di Jalan M Basir No 19 Medan Johor. 

Namun pihaknya belum mampu memenuhi permintaan tersebut, karena produksi daun kelor mereka masih kekurangan bahan baku. 

Karena itu, pihaknya bersama instansi lain seperti lembaga pendidikan dan Lazizmu baru-baru ini membagikan bibit kelor sebanyak 10.000 batang.

Bibit tersebut meeka bagikan secara gratis kepada masyarakat di Bandar Labuhan, Tanjungmorawa, untuk ditanam di lahan pekarangan masyarakat setempat.Dan, hasilnya nanti akan mereka tamping atau beli.

Devi mengatakan, selain ekspor, tepung kelor yang mereka produksi juga dipasarkan di pasar lokal, mulai dari Aceh sampai Papua.

“Penjualannya ada yang melalui online dan ada juga yang langsung menghubungi kami untuk minta dikirimkan, seperti ke Papua,” kata Devi.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga untuk tahun ini sudah menjalin kerjasama dengan Pemprovsu melalui Dinas Kesehatan Sumut melalui LPSE. 

“Sejak empat bulan terakhir ini sudah ada 8.000 paket yang kita kerjasamakan dengan Dinas Kesehatan Sumut untuk pengadaan tepung kelor. Satu paket berisi satu kotak biskuit kelor, satu kotak coklat kelor dan satu botol susu UHT,” jelas Devi. 

Sebelumnya Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka juga mengunjungi stand dan berdialog dengan pengelola tepung kelor, Syahrani Devi. * (junita sianturi)