Kepala Desa Sisordak Sudihatono meyerahkan pengaduan masyarakat ke petugas SPK Polres Taput, Jumat (14/10/2022).suaratani.com-darwin nainggolan SuaraTani.com-Taput| Sebayak 189 kepala desa dari 12 kecamatan mengadukan akun facebook (FB) Rijon Manalu sian Pagaran ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Tapanuli Utara (Taput), Jumat (14/10/2022).
Pengaduan masyarakat (Dumas) yang di laporkan ke 189 kepala desa tersebut terkait postingan akun Rijon Manalu sian Pagaran yang diduga berupaya menghasut serta memprovokasi masyarakat terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa,yang dibagikan dimedia Sosial Facebook beberapa hari yang lalu.
Kepala Desa Sisordak Kecamatan Parmonangan, Sudihartono Purba, saat dikonfirmasi awak media ini di Mapolres Taput membenarkan perihal pengaduan tersebut.
Sudihartono mengungkapkan, pihaknya merasa dirugikan akibat peryataan a Rijon manalu di akun facebooknya yang mengatakan batalkan hasil seleksi perangkat desa,dan mengatakan para kades dan tim seleksi melakukan kecurangan.
“Sementara kita para kepala desa bersama tim seleksi menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembankan tersebut sesuai perundang undanganyang berlaku. Sampai saat ini di kecamatan parmonangan tidak ada kecurangan kecurangan yang diperbuat oleh tim seleksi, " ujar Sudihartono.
Menanggapi aduan para kepala desa dari 12 kecamatan, Rijon Manalu saat dikonfirmasi awak media ini lewat selularnya mengatakan, saya tidak pernah membuat gaduh ataupun menyebar hoax seperti yang mereka adukan.
"Saya tak pernah menghasut maupun menyebat hoax," ujarnya.
Selanjutnya Rijon menjelaskan, banyak pelamar perangkat desa mengadu merasa dicurangi, dimana hak-hak mereka ditiadakan dengan menghilangkan beberapa formasi perangkat desa.
"Kita hanya memperjuangkan aspirasi mereka yang datang mengadu ke kita, dimana hak-haknya mereka ditiadakan dengan menghilangkan beberapa formasi perangkat desa," ucapnya.
Rijon menyebutkan sudah menyurati DPRD Taput dan sudah menjalani Rapat Dengar Pendapat dan disusul dengan aksi damai ke DPRD dan ke kantor bupati dengan menyampaikan aspirasi secara tertulis pada tanggal 22 September lalu, namun tidak ada respon," pungkasnya. *(darwin nainggolan)

