Seorang warga menunjukkan uang kertas pecahan kecil. Hingga saat ini, rupiah masih belum mampu bangkit.suaratani.com-istSuaraTani.com – Medan| Kinerja mata uang rupiah mengalami tekanan hebat selama perdagangan di pekan ini, dimana mata uang rupiah melemah dan diperdagangkan di atas 15.600 per US dolarnya.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditransaksikan dikisaran harga 15.646 per US dolar. Padahal di akhir pekan sebelumnya, mata uang rupiah diperdagangkan dikisaran harga 15.553 per US dolar.
Analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, pelemahan rupiah terjadi disaat Bank Sentral AS akan melakukan rapat penentuan besaran suku bunga acuan, dimana Bank Sentral AS atau The FED diperkirakan akan menaikkan besaran bunga acuannya sebanyak 75 basis poin.
Dan sejauh ini, indeks mata uang US dolar juga tengah mengalami kenaikan dikisaran 111.27. Dibandingkan dengan posisi akhir pekan kemarin yang sempat berada dikisaran 110.8.
Selain itu, indikator lain yang membuat US dolar menguat terhadap sejumlah mata uang dunia lainnya adalah adanya kenaikan yield US Treasury (10 years) di level 4.10% saat ini.
“Kenaikan yield ini menunjukan bahwa aliran dana masuk ke surat berharga denominasi US dolar meningkat. Peningkatan tersebut menjadi pemicu melemahnya mata uang negara lain terhadap US dolar,” sebut Gunawan di Medan, Rabu (2/11/2022).
Di sisi lain kata Gunawan, kinerja IHSG yang pada awal pekan sempat menguat, dalam dua hari perdagangan mengalami pelemahan.
IHSG yang sempat naik di atas level psikologis 7.100 hari Senin, pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan dan berkonsolidasi di level psikologis 7.000. Pelemahan IHSG sendiri seakan bergerak anomali dibandingkan dengan pergerakan sejumlah bursa di Asia yang mayoritas menguat.
“Sejauh ini tekanan masih terus menyelimuti pergerakan pasar keuangan kedepan. Pada dasarnya pasar sudah memperhitungkan (priced in) rencana kenaikan bunga acuan The FED . Akan tetapi arah kebijakan selanjutnya setelah kenaikan suku bunga, akan lebih menentukan kemana pergerakan pasar keuangan,” kata Gunawan.
Sikap hawkish yang mencuat akan membuat pasar keuangan dalam tekanan yang lebih besar nantinya. Ditambah jika agresifitasnya juga naik.
Tekanan lainnya seperti tren kenaikan harga minyak mentah dunia, ditambah dengan geopolitik yang turut mengancam kenaikan harga pangan dan mendorong harga komoditas lainnya, secara tidak langsung juga akan turut menekan pasar keuangan.
Sementara itu, kinerja harga emas pada hari ini menguat di level US$1.657 per ons troy. Dengan pelemahan rupiah dan kenaikan harga emas global, maka harga emas di tanah air juga mengalami kenaikan. Saat ini harga emas di transaksikan di kisaran harga Rp836 ribu per gramnya. *(ika)

